Pemkab Gunung Kidul tetap membuka objek wisata pada saat libur Lebabaran

id libur lebaran,Gunung Kidul,Bupati Gunung Kidul

Pemkab Gunung Kidul tetap membuka objek wisata pada saat libur Lebabaran

Kondisi pantai di Gunung Kidul yang sangat indah, dengan hamparan pasir putih. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tetap membuka objek-objek wisata pada saat libur Lebaran 2021 ini dengan menerapkan protokol kesehatan sektor pariwisata dengan harapan mendongkrak ekonomi masyarakat, namun tidak menyebabkan COVID-19.



"Sejauh ini, kami tidak ada rencana menutup kawasan wisata selama libur Lebaran," kata Bupati Gunung Kidul Sunaryanta di Gunung Kidul, Kamis.



Ia mengatakan setiap objek wisata bisa tetap beroperasi dengan ketentuan kawasan tersebut masuk zona hijau dan kuning dalam pemetaan kerawanan penyebaran COVID-19. Kondisi berbeda apabila kawasan wisata ini masuk dalam zona orange atau merah, maka keberadan destinasi harus ditutup.



"Kami akan melakukan pengawasan secara ketat objek-objek wisata dalam penerapan protokol kesehatan. Yang jelas, saat zonanya masih hijau maka wisata boleh buka, tapi kalau zonanya masuk oranye maka harus ditutup,” katanya.



Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Hary Sukomon mengatakan sejak minggu lalu sudah menggelar rapat koordinasi untuk pelaksanaan libur lebaran. Salah satu pembahasan untuk memperkuat pelaksanaan protokol kesehatan di area wisata.



"Koordinasi akan terus dilakukan. Rencananya ada 359 personel mulai dari unsus TNI, Polri, tenaga kesehatan, anggota SAR Satlinmas, Satpol PP hingga pegawai dinas pariwisata akan diterunkan untuk pengawasan di kawasan wisata,” katanya.



Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty mengatakan pemkab sudah membuat keputusan tidak menutup kawasan wisata saat lebaran. Dinas Kesehatan hanya merekomendasikan objek wisata yang dibuka ada di zona hijau dan kuning. Untuk objek wisata di wilayah zona oranye dan merah, harus ditutup sampai ada perubahan status.



"Kami juga mensyarakatkan operasional destinasi wisata tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Kami mengacu pada pelaksanaan PPKM berskala mikro. Rencananya, peta zonasi dilakukan update secara berkala,” katanya.



Dewi berharap kepada seluruh masyarakat maupun pengunjung di kawasan objek wisata mematuhi protokol kesehatan dan jangan sampai lengah. Cara ini dinilai paling efektif untuk memutus mata rantai penyebaran COVID.



"Semua harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sebab, kalau abai maka potensi tertular semakin besar,” katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar