Yogyakarta melanjutkan bantuan logistik pasien COVID-19 isolasi mandiri

id bantuan logistik,makanan siap saji,isolasi mandiri,yogyakarta

Yogyakarta melanjutkan bantuan logistik pasien COVID-19 isolasi mandiri

Ilustrasi - Kegiatan di dapur umum Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta untuk penyediaan bantuan logistik makanan siap saji bagi pasien COVID-19 yang melakukan isolasi. ANTARA/HO-Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Yogyakarta kembali melanjutkan pemberian bantuan logistik berupa makanan siap saji kepada pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah, setelah program itu sempat terhenti selama beberapa waktu.

"Pemberian bantuan sudah bisa dilanjutkan kembali setelah kami melakukan refocusing anggaran di dinas untuk kebutuhan penyediaan logistik makanan siap saji," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Maryustion Tonang di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, tambahan alokasi anggaran untuk pemenuhan bantuan logistik bagi pasien isolasi mandiri ditetapkan sebesar Rp600 juta atau sesuai dengan alokasi anggaran awal.

Maryustion berharap, alokasi tambahan tersebut dapat mencukupi kebutuhan pemberian bantuan logistik makanan siap saji dalam waktu yang cukup lama.

"Paling tidak sampai dengan pembahasan anggaran perubahan. Jadi bisa diusulkan kembali melalui anggaran perubahan apabila anggarannya kurang," katanya.

Pemenuhan bantuan logistik makanan siap saji dilakukan oleh kelompok kuliner yang tergabung dalam Program Gandeng Gendong Pemerintah Kota Yogyakarta dengan harapan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat yang juga terdampak pandemi.

Setiap pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah setidaknya memperoleh bantuan logistik selama 10 hari. Setiap pasien akan memperoleh bantuan makanan siap saji tiga kali dalam sehari dengan menu yang berbeda-beda untuk makan pagi, siang, dan malam.

Alokasi anggaran untuk setiap menu ditetapkan Rp20.000 dan dipastikan kebutuhan gizi untuk mendukung pemulihan pasien tetap terpenuhi.

"Jika di dalam satu rumah ada tiga orang yang menjalani isolasi mandiri, maka kebutuhan anggaran minimalnya adalah tiga orang dikali tiga kali makan dalam sehari dikali 10 hari. Artinya akan ada 90 nasi boks yang harus disiapkan. Total nilai bantuannya Rp1,8 juta. Nilainya cukup besar," katanya.

Pembayaran kepada kelompok kuliner dilakukan saat pasien sudah selesai menjalani isolasi mandiri. "Pembayaran tidak bisa kami lakukan setiap hari. Ini yang terkadang dipandang oleh kelompok kuliner jika pembayarannya terlambat," katanya.

Ia menambahkan, baru Pemerintah Kota Yogyakarta yang memiliki program pemberian bantuan makanan siap saji kepada pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap pasien dan keluarga pasien yang terkonfirmasi positif untuk memenuhi kebutuhan logistik sehari-hari. Namun demikian, kami pun berharap agar tren kasus semakin turun," katanya.

Pada Jumat (7/4), terdapat 363 kasus aktif COVID-19 di Yogyakarta. Sebanyak 346 pasien menjalani isolasi, baik di Selter Tegalrejo maupun isolasi mandiri di rumah, dan 17 pasien menjalani rawat inap di rumah sakit.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar