Bupati Bantul: Larangan mudik upaya mencegah paparan COVID-19

id Posko COVID-19,bantul COVID

Bupati Bantul: Larangan mudik upaya mencegah paparan COVID-19

Folo kolase perbandingan suasana Shalat Idul Fitri tahun 2019 sebelum adanya pandemi COVID-19 (atas) dan saat Pandemi COVID-19 di Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul, D.I Yogyakarta, Minggu (24/5/2020). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.

Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih menyatakan Surat Edaran Bupati tentang Larangan Mudik dan Penegakan Protokol Kesehatan pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah merupakan upaya mencegah paparan COVID-19.

"Oleh karena itu, Surat Edaran yang sudah kita kirimkan ke camat dan para lurah se-Bantul agar dikoordinasikan dengan para dukuh, dan disosialisasikan ke masjid-masjid, mushala dan para ketua rukun tetangga (RT)," katanya di Bantul, Minggu.

Surat Edaran Bupati Nomor 443/01593 tentang Larangan Mudik dan Penegakan Protokol Kesehatan pada bulan Ramadhan dan Perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah yang diterbitkan pada 4 Mei 2021 diantaranya mengatur bahwa shalat Idul Fitri di lapangan tidak dianjurkan di wilayah PPKM mikro zona oranye dan merah.

Selain itu, kegiatan halal bihalal atau silaturahmi di tingkat pedukuhan maupun RT wilayah zona merah tidak dianjurkan, tetapi jika terpaksa dianjurkan termasuk shalat Idul Fitri maka berlaku di wilayah zona hijau dan zona kuning dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Bupati mengatakan, para camat dan lurah, serta pamong kelurahan dan masyarakat jangan ada kesalahpahaman terhadap Surat Edaran tersebut, dan menyimpulkan bahwa pemerintah melarang ibadah dalam perayaan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Pemerintah tidak mungkin larang ibadah, kecuali hal-hal tertentu yang berpotensi mengancam keselamatan kita masyarakat, tentunya pemerintah boleh ambil tindakan demi keselamatan dan keamanan seluruh warganya," katanya.

Bupati juga mengatakan, SE dalam upaya mengendalikan penyebaran COVID-19 selama Ramadhan dan Lebaran 2021 tentu akan menghadapi beberapa tantangan di lapangan, oleh karena itu para camat untuk benar-benar menginstruksikan dan menegaskan poin penting kepada masyarakat.

"Jadi kita harus menggunakan dua prinsip, pertama pencegahan harus diutamakan daripada pengobatan, kedua menghindari bahaya harus lebih diutamakan daripada meraih manfaat, ini prinsip penting," katanya.

Data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul menyebut, total kasus positif COVID-19 di Bantul per hari Jumat (8/5) sebanyak 12.597 orang dengan angka sembuh 11.464 orang, kemudian kasus positif meninggal berjumlah 329 orang, sehingga pasien positif yang masih menjalani isolasi berjumlah 804 orang.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar