Bupati Bantul menjalani vaksinasi setelah tiga bulan sembuh dari COVID-19

id Bupati

Bupati Bantul menjalani vaksinasi setelah tiga bulan sembuh dari COVID-19

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama istri, Ibu Emi Masruroh usai menjalani vaksinasi COVID-19 (Foto Humas Protokol Bantul)

Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih bersama istri, Emi Masruroh menjalani vaksinasi COVID-19 di fasilitas kesehatan kabupaten setempat setelah tiga bulan dinyatakan sembuh dari paparan virus corona tersebut.

"Saya pernah terinfeksi COVID-19 dan diisolasi di RSUD Panembahan Senopati yang terjadi tiga bulan lalu, dan hari ini (Senin), saya melaksanakan vaksinasi di Pusksemas 1 Bantul," kata Bupati dalam keterangan tertulis Humas Protokol Bantul diterima di Bantul, Senin.

Bupati beserta istri mendapatkan suntikan Vaksin Sinovac dosis pertama di fasilitas kesehatan pemerintah itu, dari hasil vaksinasi itu, Bupati berharap dapat meningkatkan imunitas dan lebih kebal terhadap paparan virus corona.

Sebelum mendapat suntik vaksin, sesuai tahapan vaksinasi, Bupati Abdul bersama istri mengawali tahapan vaksinansi dengan melakukan pengecekan seperti suhu tubuh, tekanan darah, gula darah. 

Setelah melalui tahapan screening Bupati dan Emi Masruroh mendapatkan suntikan dosis pertama Vaksin Sinovac. Selanjutnya untuk suntikan dosis kedua akan dijadwalkan 28 hari kemudian.

Berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul menyebut, total kasus positif terpapar corona di Bantul hingga Minggu (16/5) berjumlah 13.106 orang, dengan telah dinyatakan sembuh sebanyak 11.954 orang.

Sementara kasus positif COVID-19 yang meninggal dunia berjumlah 338 orang, dengan demikian pasien positif yang masih menjalani isolasi maupun perawatan dokter di rumah sakit rujukan per Minggu (16/5) berjumlah 814 orang.

Bupati Bantul mengajak masyarakat bersama memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar