Posko PPKM mikro Yogyakarta diminta tetap memantau mobilitas warga

id Posko PPKM mikro,yogyakarta,pantau,mobilitas,warga

Posko PPKM mikro Yogyakarta diminta tetap memantau mobilitas warga

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi (ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta tetap meminta seluruh posko PPKM mikro yang ada di tingkat RT/RW atau kampung untuk tetap memantau, mencatat, dan melapor apabila ada warga atau pendatang yang masih masuk meski libur Lebaran sudah usai.

“Usai libur Lebaran ini, seluruh posko PPKM mikro tetap diminta untuk memantau mobilitas warga di wilayah masing-masing. Jika ada pendatang pun wajib dilaporkan,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia pemantauan di wilayah merupakan langkah paling awal untuk mencegah dan mengantisipasi penularan COVID-19 di Kota Yogyakarta sehingga posko PPKM mikro memegang peran yang sangat penting dalam upaya menjaga agar kasus penularan tidak berkembang luas.

“Sejak diberlakukan masa pengetatan perjalanan lalu disusul aturan larangan mudik dan saat ini masuk masa pengetatan lagi, posko PPKM tetap diminta memonitor keluar masuknya warga di wilayah masing-masing,” katanya.

Selain dilakukan pemantauan di RT dan RW, pengetatan protokol kesehatan juga diberlakukan di lingkungan perkantoran khususnya di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta yaitu selektif memilih rombongan tamu yang akan berkunjung.

“Khususnya tamu dari daerah yang masuk zona merah. Lebih baik ditunda dulu,” katanya.

Saat ini, lanjut Heroe, perkembangan kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta dinilai cukup terkendali meskipun demikian tetap akan dilakukan pemantauan selama satu hingga dua pekan usai libur Lebaran untuk memastikan apakah terjadi kenaikan kasus atau tidak.

Salah satu kasus penularan yang menyita perhatian adalah klaster di Kelurahan Wirobrajan.

“Testing dan tracing dari kasus itu sudah selesai. Terakhir, ada 39 warga yang menjalani tes PCR. Hasil tes untuk 30 warga sudah keluar yaitu tujuh dinyatakan positif COVID-19,” kata Heroe.

Dengan adanya tambahan tujuh kasus positif tersebut, maka total warga yang terkonfirmasi terpapar COVID-19 dari klaster pijat dan kerokan tersebut tercatat 37 orang.

“Sebagian sudah menyelesaikan proses isolasi dan perawatan di rumah sakit. Tujuh tambahan kasus positif pun semuanya tidak menunjukkan gejala,” katanya.

Pada Jumat tercatat tambahan 29 kasus positif COVID-19, sebanyak 22 pasien sembuh atau selesai isolasi dan satu pasien meninggal dunia. Dengan demikian pada saat ini terdapat 313 kasus aktif COVID-19 di Yogyakarta, sebanyak 290 pasien menjalani isolasi dan 23 menjalani rawat inap.

 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar