Bupati mengampanyekan Gerakan Masyarakat Sehat bagi kader kesehatan

id Kampanye germas

Bupati mengampanyekan Gerakan Masyarakat Sehat bagi kader kesehatan

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat menjadi narasumber acara Kampanye Kesehatan bagi para kader kesehatan Bantul, DIY (Foto ANTARA/HO/Humas Pemkab Bantul)

Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih mengampanyekan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) bagi para kader kesehatan kabupaten setempat guna memberikan pemahaman tentang upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Germas adalah tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup," kata bupati dalam acara Kampanye Kesehatan di Bantul, Selasa.

Materi terkait Germas di Kabupaten Bantul tersebut merupakan bahan yang disampaikan bupati sebagai narasumber dalam acara Kampanye Kesehatan bagi para kader kesehatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul.

Bupati mengatakan tujuan adanya Germas ini agar kesehatan terjaga, lingkungan bersih, produktivitas masyarakat meningkat dan biaya berobat berkurang.

"Kegiatan Germas dapat dilakukan dengan cara melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, melaksanakan perilaku hidup bersih sehat (PHBS), memeriksa kesehatan secara rutin dan membersihkan lingkungan," katanya.

Oleh karena itu, Bupati Bantul mengajak para kader kesehatan agar tetap mempunyai semangat yang menggelora dan terus meningkatkan kepedulian walau saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan akibat pandemi COVID-19.

Selain itu, Bupati Bantul secara khusus kepada para kader juga menitipkan program-program kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul seperti penanganan stunting (kekerdilan), dan demam berdarah dengue (DBD).

"Termasuk angka kematian ibu dan bayi agar ditekan serendah mungkin, dan juga terkait penerapan protokol kesehatan sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19," katanya.

Berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul menyebut, total kasus positif hingga Senin (24/5) sebanyak 13.683 orang, dengan angka sembuh 12.459 orang, sementara kasus meninggal berjumlah 358 orang, sehingga pasien yang masih menjalani isolasi berjumlah 866 orang.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar