Disdagin Kulon Progo diminta menata kembali Pasar Sentolo Baru

id Pasar Sentolo Baru,Fraksi Golkar,DPRD Kulon Progo,Disdagin Kulon Progo,Kulon Progo

Disdagin Kulon Progo diminta menata kembali Pasar Sentolo Baru

Anggota DPRD Kulon Progo dari Fraksi Golkar Sasmita Hadi. ANTARA/Sutarmi.

Kulon Progo (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sasmita Hadi meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian menata kembali Pasar Sentolo Baru yang saat ini sangat sepi pembeli dan banyak pedagang yang gulung tikar.

Sasmita Hadi di Kulon Progo, Kamis, mengatakan dirinya banyak mendapat laporan dan keluhan dari pedagang yang gulung tikar akibat sepinya pembeli di Pasar Sentolo Baru.

"Kami berharap Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) melakukan pertemuan dengan pedagang memecahkan persoalan ini supaya Pasar Sentolo Baru ramai pembeli, dan pedagang bisa kembali berdagang," kata Sasmita Hadi.

Ia mengakui pada masa pademi COVID-19 ini, daya beli sangat rendah. Sehingga masyarakat memanfaatkan potensi di sekitar rumah dengan menanam berbagai sayuran dan kebutuhan pangan lainnya. Selain itu, pedagang pasar rakyat harus berbenturan dengan persaingan usaha dengan maraknya pedagang sayur keliling dari luar Kulon Progo yang masuk ke kampung-kampung.

Hal ini menjadikan pasar rakyat, khususnya di Pasar Sentolo sangat sepi pembeli dan banyak pedagang yang gulung tikar. Pemkab Kulon Progo dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian segera mengambil langkah strategis supaya kondisi Pasar Sentolo Baru ramai pembeli.

"Kami minta Pemkab Kulon Progo segera bergerak cepat supaya tidak banyak lagi pedagang pasar rakyat yang gulung tikar," katanya.

Selain itu, Politisi Golkar dari Daerah Pemilihan Sentolo dan Nanggulan ini mendapat banyak laporan banyak los dan kios yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Namun tidak ada tindakan dari dinas.

"Kami berharap ada pembenahan pengelolaan Pasar Sentolo Baru," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulon Progo Iffah Muffidati mengakui banyak los dan kios yang tidak dipakai oleh pemilik. Pihaknya akan segera melakukan penertiban bagi pedagang yang tidak memanfaatkan lapaknya untuk berjualan.

"Kami akan melayangkan surat peringatan kepada pemilik kios dan los yang tidak memakainya untuk berjualan," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar