Wabup Sleman: Pancasila harus diaktualisasikan dalam kehidupan

id Wabup Sleman Danang ,Hari lahir Pancasila ,GMNI Sleman,Kabupaten Sleman ,Sleman

Wabup Sleman: Pancasila harus diaktualisasikan dalam kehidupan

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa pada pelantikan GMNI Sleman. Foto Antara/HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Wakil Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Danang Maharsa menyebutkan Pancasila bukanlah sekadar dasar negara dan sesuatu yang harus dihafalkan di luar kepala, tetapi harus diaktualisasikan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Aktualisasi Pancasila merupakan wujud semangat kebangsaan, banyak hal-hal kecil yang dapat kita lakukan saat mengaplikasilkan Pancasila dalam kehidupan kita," katanya pada pelantikan Pengurus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sleman di Pendopo Parasamya, Kabupaten Sleman, Selasa.

Danang mencontohkan, hal kecil, misalnya peduli dan empati terhadap penderitaan sesama, saling menghormati, saling menghargai, sopan kepada yang lebih tua, dan masih banyak lagi.

"Seiring perkembangan zaman nilai-nilai Pancasila kian beragam disikapi Bangsa Indonesia sehingga memengaruhi pola pikir dalam menyikapi nilai-nilai kebangsaan," katanya.

Semangat dan nilai tersebut, kata dia, semestinya sesuai dengan empat konsesus Dasar Negara Indonesia, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Menyikapi hal tersebut, katanya, perlu upaya untuk mengembalikan nilai-nilai luhur Pancasila yang bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi tanggung jawab kita bersama seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, dalam perkembangan selanjutnya ideologi Pancasila diuji semakin berat terutama pada tataran penerapannya dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan. Ujian ini berlangsung sejak ditetapkannya sampai dengan saati era teknologi informasi.

"Melihat situasi dan kondisi bangsa kita pada saat ini, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," katanya.

Hal itu, katanya, mengingat Pancasila sebagai ideologi nasional yang merupakan visi kebangsaan Indonesia dalam membina persatuan bangsa dipandang sebagai sumber demokrasi pada masa depan dan lahir dari sejarah kebangsaan Indonesia.

Pancasila sebagai ideologi terbuka memungkinkan tumbuhnya nilai-nilai baru yang dibawa oleh zaman harus terus menerus disegarkan dan senantiasa dihidupkan agar Pancasila tetap mampu menjadi ideologi kehidupanj dalam menjawab tantangan masa depan.

"Dengan upaya tersebut maka radikalisme dapat kita tangkal dengan Pancasila yang berperan sebagai ideologi pemersatu ikatan kita sebagai bangsa. Amalkanlah nilai-nilai Pancasila mulai dari hal-hal yang sederhana," katanya.

Ia mengatakan jika mampu menerapkan ideologi, nilai, dan norma norma luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maka tidak mudah disusupi paham memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar