Apoteker di AS dipenjara tiga tahun karena rusak vaksin COVID-19

id Vaksin,apoteker AS,Amerika Serikat,vaksin COVID-19

Apoteker di AS dipenjara tiga tahun karena rusak vaksin COVID-19

Seorang tenaga kesehatan menyiapkan dosis vaksin Moderna COVID-19 di Queens Police Academy di Queens, New York, Amerika Serikat, Senin (11/1/2021). ANTARA FOTO/Jeenah Moon/Pool via REUTERS/aww/cfo

Bengaluru (ANTARA) - Seorang apoteker di Wisconsin, AS, yang mengaku bersalah karena mencoba merusak ratusan dosis vaksin COVID-19 Moderna karena meragukan vaksin tersebut, telah divonis tiga tahun penjara, kata Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Selasa waktu setempat.

Steven R Brandenburg yang berusia 46 tahun juga diminta membayar sekitar 83.800 dolar AS sebagai kompensasi ke rumah sakit tempatnya bekerja pada Selasa oleh Kantor Kejaksaan AS di Distrik Timur Wisconsin.

Brandenburg telah setuju untuk mengaku bersalah atas dua tuduhan mencoba mengutak-atik produk konsumen dengan mengabaikan risiko bahwa orang lain dapat berada dalam bahaya kematian atau cedera fisik.

Dokumen pengadilan menunjukkan dia dengan sengaja mengeluarkan satu kotak berisi botol-botol vaksin COVID-19 dari unit pendingin rumah sakit selama dua hari shift malam berturut-turut pada Desember tahun lalu, kata Departemen Kehakiman dalam pernyataannya.

Brandenburg skeptis terhadap vaksin secara umum dan vaksin Moderna secara khusus, dan bahwa dia menyampaikan keyakinannya kepada para rekan kerjanya selama setidaknya dua tahun terakhir, kata Departemen Kehakiman.

Vaksin Moderna harus disimpan dan dikirim dalam keadaan beku namun tidak memerlukan temperatur yang sangat dingin dan dapat disimpan selama 30 hari dalam pendingin dengan temperatur standar.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar