Kasus COVID-19 Kota Yogyakarta bergerak naik didominasi penularan keluarga

id COVID-19,Yogyakarta,penularan keluarga

Kasus COVID-19 Kota Yogyakarta bergerak naik didominasi penularan keluarga

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi (Eka AR)

Pergerakan ini bukan disebabkan libur Lebaran, tetapi justru banyak diakibatkan libur akhir pekan yang panjang dua pekan lalu. Penularan dalam keluarga dan komunitas di masyarakat masih cukup mendominasi.
Yogyakarta (ANTARA) - Grafik kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta bergerak naik dalam beberapa hari terakhir dan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 setempat menyebut kasus masih didominasi penularan dalam keluarga.

“Pergerakan ini bukan disebabkan libur Lebaran, tetapi justru banyak diakibatkan libur akhir pekan yang panjang dua pekan lalu. Penularan dalam keluarga dan komunitas di masyarakat masih cukup mendominasi,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Jumat.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Gunung Kidul bertambah 54 orang

Peningkatan kasus yang cukup tinggi tercatat terjadi pada Kamis (10/6) dengan temuan 89 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 baru.

Namun demikian, Heroe menyebut angka temuan yang cukup tinggi itu lebih disebabkan keterlambatan penyampaian data selama empat hari sebelumnya, sehingga terjadi penumpukan laporan kasus.

“Tetapi, memang ada sedikit pergerakan kenaikan kasus pada pekan ini. Mudah-mudahan tidak semakin bergerak naik,” katanya.

Dua pekan sebelumnya, Satgas Penanganan COVID-19 Yogyakarta sempat melakukan karantina wilayah mikro di kawasan Semaki Kulon, karena terjadi penularan di komunitas dengan 63 kasus. “Ini terjadi usai takziah. Tetapi, sekarang kasusnya sudah bisa diatasi,” katanya.

Sedangkan laporan mengenai kasus COVID-19 yang disebabkan varian virus baru, Heroe menyebut belum ada laporan yang diterima Satgas mengenai kemungkinan tersebut.

“Dari kasus yang ada akhir-akhir ini, masyarakat yang sudah mendapat suntikan vaksin lengkap memiliki kekebalan yang lebih baik dalam melawan virus dibanding warga yang belum divaksin,” katanya.

Ia mencontohkan terdapat satu keluarga yang terkonfirmasi positif COVID-19, dengan satu anggota keluarga yang sudah divaksin. “Warga yang sudah divaksin tidak menunjukkan gejala apapun, sedangkan warga yang belum divaksin mengalami gejala yang lebih berat,” katanya.

Baca juga: 16 warga Girisekar di Gunung Kidul terpapar COVID-19 di hajatan tetangga

Ketersediaan tempat tidur di rumah sakit bagi pasien COVID-19 dipastikan masih mencukupi, karena sampai saat ini kapasitas yang terpakai sekitar 50 persen.

Berdasarkan data corona.jogjakota.go.id pada Jumat (11/6) terdapat tambahan 30 kasus positif COVID-19, 33 pasien dinyatakan sembuh atau selesai isolasi, dan tiga pasien meninggal dunia.

Dengan demikian, hingga saat ini terdapat 347 kasus aktif di Yogyakarta, dengan 343 pasien menjalani isolasi mandiri dan empat pasien rawat inap.
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar