Pasien COVID-19 di Kulon Progo tambah 41 menjadi 6.428 kasus

id COVID-19,Kulon Progo

Pasien COVID-19 di Kulon Progo tambah 41 menjadi 6.428 kasus

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bertambah 41 kasus baru, sehingga total selama pandemi menjadi 6.428 kasus.

"Perubahan situasi COVID-19 per 11 Juni 2021 sebanyak terkonfirmasi positif 41 kasus. Hal ini berdasarkan 'swab' (tes usap) PCR 20 kasus dan 'rapid test' (tes cepat) antigen 21 kasus," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Jumat (11/6).

Ia mengatakan 41 kasus baru tersebar di Kecamatan Samigaluh, Panjatan, Kalibawang, Sentolo, Galur, Nanggulan, Wates, Temon, Pengasih dan Girimulyo. Dari sembilan kecamatan yang ada penambahan kasus hariannya tertinggi ada di Kecamatan Sentolo sebanyak 13 kasus, sedangkan dua kecamatan tidak ada penambahan kasus COVID-19, yakni Lendah, dan Kokap.

"Kasus baru lebih disebabkan oleh kontak erat dan pelaku perjalanan seperti di Kecamatan Kalibawang dan Girimulyo, baik dari Kalimantan dan Surabaya," katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kulon Progo, total kasus terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 6.428 kasus dengan rincian 61 isolasi rumah sakit, 420 isolasi mandiri, 5.290 selesai isolasi, 533 sembuh, dan 124 meninggal dunia.

Pada Jumat (11/6) juga dilaporkan ada tiga terkonfirmasi COVID-19 meninggal dunia dan satu orang probable meninggal dunia sehingga total ada empat orang yang meninggal dunia. Selain itu, 29 pasien terkonfirmasi COVID-19 yang selesai menjalani isolasi, yakni empat orang dari Pengasig, 11 orang dari Sentolo, dan 14 dari Nanggulan.

"Kami berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Baning mengakui ada salah satu SMP di Kecamatan Wates, yang 10 gurunya terkonfirmasi COVID-19.

"Setelah kami melakukan klarifikasi kepada puskesmas pendamping, yakni Puskesmas Wates I membenarkan bahwa di sekolah tersebut ada 10 orang yang terkonfirmasi COVID-19," katanya.

Ia mengatakan kasus ini diketahui sejak 26 Mei, di mana salah satu guru dirawat inap di salah satu rumah sakit di Wates dan hasil tes cepat antigen positif. Kemudian, istrinya dites cepat antigen dengan hasil juga positif.

Selain itu, diketahui salah satu pasien di Puskesmas Panjatan juga positif COVID-19. Setelah ditelusuri ada kontak erat dengan kasus di Wates. Demikian juga ada yang periksa di rumah sakit lain, juga ada kontak dari kasus Wates.

"Sekolah tersebut ada 37 guru, 10 guru di antaranya terkonfirmasi COVID-19. Dan mereka sudah divaksinasi dosis pertamanya pada 22 Mei. Artinya dosis kedua belum dilaksanakan, rencananya 22 Juni ini. Kami masih mencari, ada sembilan yang divaksin. Kami masih mencari, apakah dari 10 orang ini masih ada yang belum divaksin," katanya.

Pihaknya sudah melakukan penelusuran kepada orang sekitar yang memiliki kontak erat dengan mereka. Hasilnya ada lima anggota keluarga yang positif.

"Kami masih melakukan 'tracing' karena tempat tinggalnya tersebar. Ada yang di Kokap, Galur, Wates, dan Pengasih. Kemudian, petugas juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di sekolah tersebut. Kebetulan, sekolah tersebut bukan sekolah yang melaksanakan uji coba pembelajaran secara tatap muka, sehingga tidak ada penyebaran COVID-19 yang meluas," katanya.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar