Kasus positif COVID-19 di Bantul bertambah 107 orang

id Tes COVID-19 Bantul

Kasus positif COVID-19 di Bantul bertambah 107 orang

Tes usap COVID-19 oleh tenaga kesehatan Dinkes Bantul, DIY. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Pasien konfirmasi positif terpapar COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam sehari bertambah 107 orang, sehingga total kasus per 13 Juni 2021 menjadi 15.478 orang.

Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Bantul dalam keterangan resmi di Bantul, Minggu malam, menyatakan tambahan kasus baru itu rinciannya dari Kecamatan Sanden 20 orang, disusul Jetis 20 orang, kemudian Banguntapan 15 orang, serta Bantul 10 orang.

Selanjutnya dari Imogiri delapan orang, Kretek tujuh orang, Kasihan tujuh orang, dan Pandak lima orang, serta Srandakan empat orang, Pleret juga empat orang, sisanya dari Sewon tiga orang, dan Pundong, Pajangan, Dlingo dan Piyungan masing-masing satu orang.

Meski demikian dalam periode tersebut terdapat pasien COVID-19 yang sembuh berjumlah 50 orang, dari Kecamatan Pandak 13 orang, Bantul 11 orang, dan Sewon tujuh orang, serta dari Imogiri enam orang, dan Bambanglipuro empat orang.

Kemudian dari Kasihan tiga orang, Sanden dua orang, Banguntapan dua orang, sisanya dari Pundong satu orang, dan Jetis satu orang. Dengan demikian total kasus pulih dari COVID-19 di Bantul secara akumulasi berjumlah 13.832 orang.

Sedangkan untuk kasus positif COVID-19 yang meninggal dunia pada hari ini tercacat dua orang, dari Kecamatan Bantul dan Sedayu, sehingga total kasus kematian di Bantul sampai saat ini berjumlah 394 orang.

Dengan perkembangan kasus harian tersebut maka data pasien COVID-19 aktif domisili Bantul yang masih menjalani isolasi maupun perawatan dokter di beberapa rumah sakit rujukan per hari Minggu (13/6) berjumlah 1.252 orang.

Ketua Harian Satgas COVID-19 Bantul Joko B Purnomo mengatakan, edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan COVID-19 harus terus dilakukan, agar tidak muncul kasus baru, kemudian komunikasi dengan camat sebagai Satgas COVID-19 kecamatan digalakkan untuk memantau kondisi perkembangan kasus.

"Begitu ada zona merah langsung turun ke bawah, ada kesulitan kita turun ke bawah, ada problem turun ke bawah, dan saya ditugaskan Bupati untuk turun ke masyarakat tidak ada urusan lain-lain, bagaimana COVID-19 ini bisa segera kita hadapi," katanya.

Meski demikian pihaknya juga mengajak bersama memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar