Disidikpora Kulon Progo: Sebagian besar PPDB dilakukan secara langsung

id PPDB,Kulon Progo,Disdikpora Kulon Progo

Disidikpora Kulon Progo: Sebagian besar PPDB dilakukan secara langsung

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kulon Progo, DIY. Arif Prastowo. (FOTO ANTARA/HO-Diskominfo Kulon Progo)

Kulon Progo, DIY (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2021/2022 jenjang PAUD, TK, SD dan SMP jurusan olahraga sudah dimulai sejak Senin (14/6) hingga Kamis (17/6) yang dilakukan secara langsung.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Arif Prastowo di Kulon Progo, Rabu, mengatakan setelah pendaftaran ditutup, langsung dilaksanakan proses seleksi dan hasilnya akan diumumkan pada Jumat (18/6).

"Untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) PAUD, TK dan SD sudah kita buka pendaftaran, sedang untuk jenjang SMP baru dibuka pendaftaran untuk PPDB Kelas Khusus Olahraga (KKO) sedang untuk jalur zonasi dan lainnya baru dimulai 22 Juni mendatang," kataya.

Ia mengatakan PPDB TK dan SD sendiri dilaksanakan secara langsung atau tatap muka, sedang untuk SMP melalui daring. Dari hasil pantauan proses pendaftaran berjalan lancar dan sudah menerapkan protokol kesehatan, karena pendaftaran dilakukan secara kolektif oleh perwakilan sekolah asal.

"Masyarakat juga bisa menyampaikan aduan atau keluhan dan meminta penjelasan ke posko yang berada di Disdikpora Kulon Progo terkait PPDB ini maupun melalui website," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan jenjang SMP sendiri terbagi menjadi dua PPDB yaitu PPDB Kelas Khusus Olahraga (KKO) l yang sudah dimulai dan PPDB jalur zonasi, afirmasi, prestasi dan perpindahan orang tua yang dimulai pada pekan mendatang.

Jalur afirmasi diperuntukan bagi calon peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan anak berkebutuhan khusus dengan kuota paling banyak 20 persen. Kemudian, jalur prestasi dengan kuota paling banyak sebesar 20 persen, jalur perpindahan orang tua dengan kuota paling banyak sebesar lima persen, sedang untuk jalur zonasi sendiri minimal 55 persen.

"Untuk SD ke SMP kami minta orang tua atau siswa yang bersangkutan untuk memantau sendiri secara langsung dan sigap terkait perkembangan nilai atau posisinya, jangan sampai nantinya tidak diterima karena tidak memantau posisinya," demikian Arif Prastowo.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar