Sleman gelar pelatihan mitigasi bencana COVID-19 di destinasi wisata

id Dispar Sleman ,Pelatihan mitigasi bencana ,Mitigasi bencana destinasi wisata ,Kabupaten Sleman ,Sleman

Sleman gelar pelatihan mitigasi bencana COVID-19 di destinasi wisata

Peserta pelatihan mitigasi bencana di destinasi wisata yang diadakan Dispar Kabupaten Sleman sedang mengikuti praktik penanganan korban bencana. Foto Antara/HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui Bidang Pengembangan Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif, menggelar Pelatihan Mitigasi Bencana di Destinasi Wisata yang diikuti 40 orang pengelola dari 20 destinasi wisata di daerah itu. 

"Pelatihan berlangsung selama empat hari mulai 14 hingga 17 Juni di Hotel Griya Persada kawasan objek wisata Kaliurang Sleman," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Suci Iriani Sinuraya di Sleman, Rabu.

Menurut dia, materi pelatihan hari pertama Senin (14/6) yakni Perkembangan Pandemi COVID-19 dan Cara Mengantisipasi Penyebaran di Destinasi Wisata serta Penerapan Protokol Kesehatan di Destinasi Wisata oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

"Kemudian Kajian Risiko Bencana di Kabupaten Sleman Kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat dan Potensi Bencana dan Prosedur Penanganan Tanggap Darurat Bencana oleh PSBA UGM dan BPBD Sleman," katanya.

Pada hari kedua Selasa (15/6) materi Perkembangan Aktivitas Gunung Merapi dan Potensi Bencana Erupsi serta Dampak dari Bencana Erupsi Gunung Merapi dan Prosedur Tanggap Darurat Bencana oleh BPPTKG Yogyakarta, Adaptasi dan Mitigasi Bencana Akibat Perubahan Cuaca Ekstrem oleh BMKG, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan oleh PMI Sleman.

"Pada hari ketiga Rabu (16/6) materi praktik Simulasi dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan oleh PMI Sleman dan Praktik Penggunaan Alat Mitigasi Bencana Simulasi serta Pratik Tanggap Darurat Bencana Alam oleh BPBD Sleman," katanya.

Ia mengatakan, hari keempat Kamis (17/6) peserta akan diajak visitasi Desa Wisata Samiran (Dewi Sambi) yang bertempat di Selo, Boyolali untuk melihat pengelolaan mitigasi bencana di lokasi tersebut.

Suci mengatakan, kegiatan ini bertujuan  memberikan bekal kepada pengelola destinasi wisata untuk dapat mengetahui dan menerapkan manajemen risiko.

"Sehingga diharapkan pengelola destinasi wisata setelah selesai pelatihan mampu meminimalisir kerentanan yang terjadi di destinasi wisata," katanya.

Ia mengatakan, saat ini di Kabupaten Sleman tidak hanya terjadi kerentanan terhadap bahaya bencana erupsi Merapi, tetapi juga Pandemi COVID-19 dan cuaca ekstrem.

"Selain itu, potensi kecelakaan yang diakibatkan wisatawan juga sering timbul karena saat ini tren wisatawan adalah wisata ekstrem yang memiliki kerentanan tinggi," katanya.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar