Angka kemiskinan ekstrem di Italia melonjak karena COVID

id Kemiskinan ekstrem,Italia,COVID

Angka kemiskinan ekstrem di Italia melonjak karena COVID

Para migran beristirahat di atas kapal penyelamatan LSM Proactiva Open Arms di tengah Laut Mediterania yang berlayar ke pelabuhan Taranto di Italia, Senin (25/11/2019). REUTERS/Juan Medina/pd/cfo (REUTERS/JUAN MEDINA)

Roma (ANTARA) - Jumlah orang Italia yang hidup dalam kemiskinan absolut meningkat tajam pada 2020 ke tingkat tertinggi setidaknya selama 15 tahun akibat krisis virus corona yang membawa penderitaan ekonomi ke sebagian besar negara, data menunjukkan pada Rabu.

Tahun lalu, sekitar 5,6 juta orang atau 9,4% dari populasi hidup dalam kemiskinan absolut yang didefinisikan sebagai warga yang tidak dapat membeli barang dan jasa yang penting untuk mencapai "standar hidup minimal yang dapat diterima", kata biro statistik nasional ISTAT.

Ini dibandingkan dengan 4,6 juta orang, atau 7,7% dari populasi, pada 2019, dan merupakan angka terburuk sejak catatan yang sebanding dimulai pada 2005.

Dalam hal keluarga, sedikit lebih dari dua juta rumah tangga terperosok dalam kemiskinan absolut tahun lalu - 7,7% dari total, naik dari 6,4% pada 2019. Di bagian selatan yang lebih miskin, 9,4% keluarga hidup dalam kemiskinan parah, sementara di utara , angka tersebut mencapai 7,6%.

Ekonomi Italia menyusut 8,9% pada tahun 2020, resesi pasca-perang paling curam, dengan penguncian yang bertujuan memperlambat penyebaran virus corona yang menghantam bisnis.

Jumlah orang dalam kemiskinan absolut termasuk 1,3 juta anak di bawah umur - 13,5% dari semua anak di bawah 18 tahun Italia, naik dari 11,4% pada 2019.

Kelompok yang paling terpukul adalah orang asing, dengan 29,3% migran terdaftar - sekitar 1,5 juta orang - hidup dalam kemiskinan ekstrem dibandingkan 7,5% bagi mereka yang berkebangsaan Italia.

Namun, jumlah orang Italia yang hidup dalam "kemiskinan relatif" - mereka yang pendapatannya kurang dari setengah rata-rata nasional - turun menjadi 13,5% dari populasi tahun lalu dari 14,7% sebelumnya.

ISTAT mengatakan penurunan itu karena penurunan tajam dalam pengeluaran rumah tangga di seluruh lapisan masyarakat , yang mempengaruhi penghitungan.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar