Mahasiswa Polbangtan Yoma harus paham standar mutu perusahaan benih

id benih

Mahasiswa Polbangtan Yoma harus paham standar mutu perusahaan benih

Program Studi Teknologi Benih (TB) Polbangtan Yoma menggelar kuliah umum (ANTARA/HO-Polbangtan Yoma)

Yogyakarta (ANTARA) - Program Studi Teknologi Benih (TB) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) kembali menggelar kuliah umum bekerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) pada Senin (14/6).

Kuliah umum yang menghadirkan narasumber dari Ikatan Produsen Benih Hortikultura (IPBH) diikuti oleh 146 mahasiswa Prodi TB melalui platform pertemuan virtual.

Kuliah umum ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas mahasiswa dan mendorong keterlibatan DUDI dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa. Sesuai dengan mandat Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang menekankan pentingnya menciptakan suasana pembelajaran semirip mungkin dengan ekosistem usaha dan industri.

"Untuk mencapai kemampuan teknis dan manajerial di bidang pertanian, sistem pembelajaran yang dikembangkan di lembaga pendidikan vokasi pertanian harusnya dibuat semirip mungkin dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), salah satu upayanya ya pembangunan SGH ini," kata SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nusryamsi mengatakan berbagai kerja sama yang dilakukan harus mampu menghasilkan output yang sangat luar biasa di sektor pertanian khususnya peningkatan kualitas SDM Pertanian.

"Kementan melalui BPPSDMP akan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian. Kita akan 'mengawinkan' dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dengan pendidikan vokasi di lingkup Kementan," kata Dedi.

Ketua Program Studi Teknologi Benih Polbangtan Yoma Agus Wartapa saat membuka kegiatan kuliah umum turut menegaskan bahwa salah satu upaya mendekatkan DUDI dengan Sekolah Vokasi yaitu menjadikan praktisi-praktisi wirausahawan pertanian sebagai narasumber atau dosen tamu perkuliahan seperti sekarang ini.

"Hadirnya praktisi sebagai dosen tamu diharapkan dapat membagikan pengalaman-pengalaman yang tidak didapat di bangku kuliah," kata Agus.

Hadir sebagai narasumber yaitu Mohammad Aris yang juga merupakan Ketua Umum IPBH pada kesempatan tersebut memaparkan materi tentang kiat-kiat membangun perusahaan benih.

Menurut dia, benih merupakan sarana utama hortikultura yang tidak dapat digantikan oleh sarana lain. Oleh karena itu, penyediaan benih bermutu dari perusahaan yang bonafit merupakan suatu keharusan. Aris menjelaskan salah satu kunci suksesnya usaha perbenihan yaitu menerapkan budaya sadar mutu.

"Untuk membangun perusahaan benih yang unggul yang pertama yaitu harus dibangun Budaya Sadar Mutu. Salah satunya yaitu penerapan 7 pilar Standar Manajemen Mutu ISO 9001:2015 meliputi Customer Focus, Leadership, Engagement, process approach, improvement, evidence based to decision, relationship management," kata Aris.

Mengingat pentingnya penguasaan Sertifikasi ISO 90001:2015, pada akhir perkuliahan Aris berpesan bahwa ketika sudah lulus nanti mahasiswa Polbangtan Yoma setidaknya harus memiliki sertifikat tersebut untuk menambah nilai jual individu di dunia kerja.

Pada keterangan terpisah Direktur Polbangtan Yoma Bambang Sudarmanto menyampaikan bahwa penyesuasain kurikulum pembelajaran dengan kebutuhan DUDI atau "job matcing" harus senantiasa dilakukan.

"Link and match dengan DUDI harus terus dilakukan dan diupayakan. Menghadirkan pihak DUDI sebagai narasumber kuliah merupakan salah satu jalan untuk mengetahui standar kompetensi mahasiswa seperti apa yang dibutuhkan DUDI, sehingga materi pembelajaran yang diberikan akan diarahkan ke arah sana," kata Bambang.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar