Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang menemui Syafii Maarif di Yogyakarta

id Syafii Maarif,Yogyakarta,Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang menemui Syafii Maarif di Yogyakarta

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersilaturahim ke kediaman Mantan Ketum PP Muhammadiyah Syafii Maarif di Perumahan Nogotirto, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (19/6/2021). ANTARA/Luqman Hakim

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersilaturahim ke kediaman Mantan Ketum PP Muhammadiyah Syafii Maarif di Perumahan Nogotirto, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu.

Keduanya yang tiba sekitar pukul 13.10 WIB diterima Buya Syafii dan berbincang-bincang selama satu jam.

"Ini silaturahmi dengan tokoh bangsa," kata Airlangga singkat kepada awak media seusai pertemuan.

Ketum Partai Golongan Karya (Golkar) itu enggan menjawab pertanyaan awak media lebih jauh ihwal agenda kunjungan di kediaman Syafii Maarif. "Tidak ada wawancara," ujar dia.

Sementara itu, Syafii Maarif menuturkan dalam pertemuan itu antara lain dibahas mengenai politik dan persoalan bangsa. Namun demikian, ia enggan membeberkan lebih jauh.

"Ya, janganlah nanti saya menyalahi, tidak enak," kata Buya Syafii.

Ia juga memastikan tidak ada pembicaraan mengenai wacana majunya Airlangga ke Pilpres 2024.

Secara pribadi, dia mengaku sekadar menyampaikan kepada Airlangga dan Agus Gumiwang bahwa saat ini Indonesia dalam situasi krisis negarawan.

"Saya bilang begini, ya, kita krisis negarawan saya katakan. Yang banyak politisi muncul saya katakan. Itu yang menyebabkan negara terpontal-pontal karena tidak ada negarawan," kata dia.

Saat disinggung apakah kedua menteri itu termasuk negarawan atau politikus, Buya Syafii enggan memberikan penilaian.

"Saya tidak mau menilai. Tergantung masyarakat yang berhak menilai," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar