Kasus COVID-19 di Kulon Progo bertambah 106 pasien

id Kulon Progo,COVID-19

Kasus COVID-19 di Kulon Progo bertambah 106 pasien

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati. ANTARA/Sutarmi

Kulon Progo (ANTARA) - Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, bertambah 106 kasus baru, sehingga total kasus selama pandemi menjadi 7.148 kasus.

"Perubahan situasi COVID-19 per 21 Juni 2021 sebanyak 106 kasus baru, yang terdiri dari hasil swab PCR 67 kasus, dan 39 kasus dari rapid antigen," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Senin.

Ia mengatakan 106 kasus baru tersebut tersebar di Kecamatan Girimulyo, Sentolo, Galur, Panjatan, Pengasih, Samigaluh, Lendah, Wates, Temon, dan Kokap. Hari ini, Kecamatan Pengasih memecahkan rekor penambahan harian, disusul Lendah 17 kasus, dan Galur 14 kasus, sisanya merata di kecamatan di atas.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kulon Progo, total kasus COVID-19 sebanyak 7.148 kasus yang terdiri dari 91 isolasi rumah sakit, 974 isolasi mandiri, 5.411 selesai isolasi, 534 sembuh dan 138 meninggal dunia.

Adapun lima dari 12 kecamatan dengan angka kasus COVID-19 tertinggi, yakni Kecamatan Wates sebanyak 939 kasus, Pengasih 921 kasus, Sentolo 761 kasus, Lendah 704 kasus, dan Kokap 688 kasus.

"Kami minta masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan baik, mulai dari mencuci tangan, menjaga jarak, dan jangan lupa memakai masker," imbaunya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Fajar Gegana mengatakan kemunculan klaster penularan COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo yang masih terus terjadi imbas dari kelalaian warga mematuhi protokol kesehatan.

Fajar Gegana mengingatkan kepada warga untuk 5M mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas dan interaksi.

"Jangan sampai lengah, khususnya selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar