Lonjakan kasus COVID-19 jadi fokus utama Rakorpimda Sleman

id Rakorpimda Sleman,Kasus COVID-19 Sleman ,Kabupaten Sleman ,Kasus COVID-19 melonjak ,COVID-19 Sleman melonjak

Lonjakan kasus COVID-19 jadi fokus utama Rakorpimda Sleman

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat mengikuti Rakorpimda Kabupaten Sleman periode Juni 2021. ANTARA/HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Perangkat Daerah (Rakorpimda) Juni 2021 di aula lantai III Sekretariat Daerah Sleman dengan fokus utama masalah lonjakan kasus konfirmasi positif COVID-19 di wilayah setempat, Rabu.

Rapat koordinasi yang digelar rutin bulanan tersebut turut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Sleman, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Sleman serta Kapanewon (Kecamatan) se-Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pada kesempatan tersebut menyoroti masalah penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sleman yang tengah mengalami kenaikan.

Dengan adanya peningkatan jumlah kasus ini, Bupati Sleman meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan tidak menggelar kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan dan tetap disiplin protokol kesehatan.



"Pada dasarnya acara seperti hajatan, pernikahan, takziah, pengajian, itu masih boleh, tapi harus ijin dulu ke Satgas COVID-19 di kelurahan setempat," katanya.

Kustini juga menyebutkan bahwa dirinya telah berkonsultasi dengan Gubernur DIY terkait pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka.

Ia mengusulkan Kabupaten Sleman tetap bisa menjalankan belajar-mengajar secara tatap muka (luring) pada tahun ajaran baru 2021/2022 ini. Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan evaluasi terkait kondisi di lapangan ketika pembelajaran dilakukan secara luring nantinya.

"Pembelajaran tatap muka dilakukan di sekolah dengan zona hijau COVID-19 di tingkat kecamatan. Jumlah siswa yang masuk juga akan dibatasi 25 persen saja," katanya.

Ia mengatakan, hal serupa juga berlaku di sektor pariwisata. Menurut dia kegiatan pariwisata di Kabupaten Sleman tetap dibuka, namun dengan membatasi jumlah pengunjung sebanyak 25 persen saja.

"Diharapkan dengan masih dibukanya sektor pariwisata ini, perekonomian di tengah masyarakat tetap bisa tumbuh," katanya.

Sementara itu berdasarkan catatan Satgas COVID-19 DIY, kasus harian COVID-19 di Sleman pada 23 Juni 2021 terjadi penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 202 kasus, pasien dinyatakan sembuh sebanyak 80 kasus dan sebanyak delapan pasien konfirmasi positif yang meninggal dunia.

"Sedangkan hingga 22 Juni total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Sleman tercatat sebanyak 20.012, pasien sembuh sebanyak 16.005 dan konfirmasi positif meninggal dunia sebanyak 566 kasus. Jumlah ini belum ditambah dengan kasus penambahan kasus hari ini," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi.*
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar