Yogyakarta tetap memantau penjualan hewan kurban saat PPKM Darurat

id hewan kurban,pemantauan kesehatan,yogyakarta

Yogyakarta tetap memantau penjualan hewan kurban saat PPKM Darurat

Ilustrasi - Penjualan hewan kurban di Kota Yogyakarta (ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta tetap melakukan pemantauan penjualan hewan kurban untuk Idul Adha dengan protokol yang lebih cepat di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Kami tetap melakukan pemantauan. Sudah dimulai sejak 30 Juni di beberapa lokasi yang menjual hewan kurban,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Suyana di Yogyakarta, Rabu.

Ia menjelaskan protokol pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan lebih cepat sebagai upaya mengurangi kontak antara petugas dan penjual untuk mengantisipasi potensi penularan COVID-19.

Petugas tidak memberikan kalung untuk hewan kurban yang dinyatakan sehat dan memenuhi ketentuan syariat sebagai hewan kurban sebagaimana yang rutin dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Sebenarnya kami sudah siapkan kalung sebagai penanda hewan yang sehat dan layak. Tetapi, karena tahun ini pemeriksaan dilakukan cepat secara visual saja, maka kalung tidak kami berikan,” katanya.

Hingga saat ini sudah ada 15 sapi, 36 kambing, dan 620 domba yang diperiksa. Rata-rata mengalami sakit pada mata, yaitu mata kemerahan namun langsung diberikan obat di lapangan dan penyakit tersebut masuk dalam kategori ringan sehingga tidak memengaruhi kondisi kesehatan hewan kurban secara keseluruhan.

“Petugas juga memberikan penanda pada hewan yang tidak sehat atau tidak layak menjadi hewan kurban, misalnya kambing yang mengalami katarak,” katanya.

Penjual diminta segera menghubungi petugas atau klinik apabila ada hewan yang mendadak sakit.

“Petugas akan kembali ke lokasi penjualan hewan apabila ada tambahan hewan kurban yang baru datang,” katanya.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan dilakukan hingga 23 Juli mendatang.

“Dimungkinkan, jumlah hewan kurban pada tahun ini akan mengalami penurunan jika dilihat dari tren pada 2020 yang juga turun dibanding 2019. Penjualan hewan kurban pun tidak seramai tahun lalu,” katanya.

Untuk kondisi tempat berjualan hewan kurban, Suyana menyebut sudah cukup baik. Penjual sudah memperhatikan kesejahteraan hewan kurban dengan menyediakan kandang dengan luas yang cukup.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021