Pemda DIY pastikan sudah menyalurkan insentif untuk tenaga kesehatan

id Nakes,Insentif,Yogyakarta

Pemda DIY pastikan sudah menyalurkan insentif untuk tenaga kesehatan

Petugas medis melakukan perawatan pasien di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (4/7/2021). Komandan Posko Dukungan Operasi Satgas COVID-19 DI Yogyakarya Pristiawan Buntoro mengonfirmasi sebanyak 63 pasien di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta meninggal dunia dalam sehari semalam pada Sabtu (3/7/2021) hingga Minggu (4/7/2021) pagi akibat menipisnya stok oksigen. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/wsj)

Yogyakarta (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji memastikan dana insentif untuk seluruh tenaga kesehatan di provinsi itu sudah tersalurkan hingga Juni 2021.

Baskara Aji di Kepatihan, Yogyakarta, Senin mengaku telah mengecek secara langsung penyaluran insentif tenaga kesehatan di DIY.

"Saya cek juga (insentif) itu sudah dicairkan untuk semua penerima sampai bulan Juni," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegur keras 19 provinsi soal penanganan COVID-19 karena dinilai belum merealisasikan pencairan dana insentif bagi tenaga kesehatan. DIY merupakan salah satu dari 19 provinsi yang ditegur Mendagri tersebut.

Aji mengaku telah mengetahui pernyataan Mendagri tersebut berdasarkan pemberitaan di media massa. "Enggak tahu kok ada berita seperti itu," kata dia.

Ia menjelaskan dari dana insetif tenaga kesehatan di DIY yang dianggarkan Rp3,8 miliar, sebesar Rp2,059 miliar telah disalurkan untuk periode Januari sampai Juni 2021.

Secara rinci, ia menyebutkan insentif telah diberikan kepada 90 tenaga kesehatan pada Januari, 76 tenaga kesehatan pada Februari, 65 tenaga kesehatan pada Maret, 82 tenaga kesehatan pada April, 81 tenaga kesehatan pada Mei dan 109 tenaga kesehatan pada Juni 2021.

"Terelalisasi Rp2,059 miliar. Yang lain kami pergunakan bulan-bulan berikutnya," kata dia.

Sejumlah rumah sakit yang insentif tenaga kesehatannya menjadi tanggung jawab Pemda DIY adalah Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta, RSJ Grhasia, serta Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Yogyakarta, sedangkan rumah sakit lainnya menjadi tanggung jawab kabupaten/kota serta pemerintah pusat.

Kemudian untuk relawan, Aji mengatakan pihaknya sudah menyiapkan dari APBD, namun ternyata sudah ada surat dari pusat bahwa insentif relawan akan dibayarkan oleh Kemenkes.

"Dan itu dibayarkan langsung melalui rekening mereka, dan itu sudah dibayarkan oleh Menkes," kata dia.

Ia juga meminta tenaga kesehatan segera menghubungi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DIY bila belum menerima insentif.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar