Bupati Sleman sebut pandemi COVID-19 berdampak perubahan perilaku anak

id Hari Anak Nasional ,Hari anak Sleman ,Bupati Sleman Kustini ,Kabupaten Sleman ,Sleman

Bupati Sleman sebut pandemi COVID-19 berdampak perubahan perilaku anak

Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Peringatan Hari Anak Nasional 2021 secara daring. ANTARA/HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menilai pandemi COVID-19 bisa memberikan dampak pada perubahan sistem dan perilaku, khususnya anak, karena adanya proses adaptasi kebiasaan baru sehingga diperlukan pendampingan dan optimalisasi pemenuhan hak-hak anak.

"Kesiapan orang tua dalam menghadapi perubahan kondisi selama masa pandemi menjadi poin yang sangat penting, mengingat segala aktivitas anak berlangsung dalam rumah, sehingga tuntutan kebutuhan anak hampir secara keseluruhan harus dipenuhi oleh orang tua," katanya pada Peringatan Hari Anak Nasional 2021 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta di Sleman, Jumat.

Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021 yang bertajuk Anak Terlindungi, Indonesia Maju secara daring dari Aula Lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

Kegiatan tersebut diikuti 786 peserta yang terdiri atas kalangan SKPD, berbagai organisasi anak, dan forum anak di wilayah Kabupaten Sleman.

Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan yang tidak mudah diatasi namun diperlukan kepedulian lebih dari pilar bangsa lainnya, seperti keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa dan juga pemerintah untuk bersama-sama bersinergi dalam menghadapi perubahan kondisi pada masa pandemi ini.

"Seluruh pilar bangsa Indonesia diharapkan dapat menjadi sebuah sistem yang dapat saling mendukung, mengisi dan melengkapi demi upaya pemenuhan hak-hak anak, terlebih pada masa pandemi seperti sekarang ini," katanya.

Ia mengatakan peringatan HAN 2021 menjadi momentum strategis untuk meningkatkan semangat anak-anak dalam proses pembelajaran di tengah kondisi yang baru (pandemi COVID-19).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman Suci Iriana Sinuraya mengatakan tahun 2021 merupakan tahun kedua peringatan HAN secara daring, karena masih adanya pandemi COVID-19.

“Kegiatan HAN kali ini kembali dilakukan secara daring seperti tahun sebelumnya (2020) menyesuaikan situasi saat ini (pandemi COVID-19)," katanya.

Dalam kesempatan ini, juga diadakan dialog dengan anak-anak, baik dari perwakilan forum anak Sleman maupun yang mengikuti daring.

Untuk memberikan semangat agar anak aktif berdialog Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memberikan hadiah berupa Batik Parijoto Salak kepada anak yang berani bertanya maupun membagikan cerita.

Selanjutnya, anak-anak memberikan pertanyaan dan berbagai pengalaman selama pandemi di antaranya dari forum anak yang menyampaikan adiknya saat ini tidak bisa bermain seperti dahulu lagi seperti pada masanya karena saat ini hanya bisa tinggal di dalam rumah dan main gawai.

Sementara itu, ada yang bercerita tentang pengalaman pembelajaran secara daring yang memiliki dua dampak, yaitu positif dan negatif.

Dampak positifnya adalah anak-anak menjadi lebih mandiri, bertanggung jawab dengan tugas tugasnya, dan menjadi orang yang fleksibel.

Untuk dampak negatifnya adalah banyaknya anak didik yang tidak bisa menyerap mata pelajaran dengan baik, karena belum terbiasa mengikuti pembelajaran daring menggunakan aplikasi Zoom.
 
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar