Kulon Progo targetkan generator oksigen RSUD NAS bisa beroperasi Agustus

id oksigen,isoman,Kulon Progo,COVID-19

Kulon Progo targetkan generator oksigen RSUD NAS bisa beroperasi Agustus

RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan generator oksigen di RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo dapat dioperasikan awal Agustus untuk mencukupi kebutuhan internal dan pasien terkonfirmasi COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVI-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Senin, mengatakan saat ini, rumah sakit rujukan COVID-19 sudah aman dalam ketersediaan oksigen, sehingga pasien terkonfirmasi COVID-19 dapat ditangani maksimal dengan ketersediaan oksigen ini.

Saat ini, banyak pasien terkonfirmasi COVID-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri, karena tidak mendapat tempat rumah sakit rujukan dan kekurangan oksigen. Selama Juli ini, tingkat kematian isoman lebih dari 42 persen. Selain itu, kebutuhan oksigen di rumah sakit dan puskesmas juga tinggi untuk menangani lonjakan pasien COVID-19.

"Upaya Pemkab Kulon Progo menekan angka kematian isoman, penyediaan oksigen. Oksigen generator di RSUD Nyi Ageng Serang (NAS) Sentolo, selain digunakan di rumah sakit tersebut, tapi juga bisa digunakan oleh puskemas atau masyarakat yang membutuhkan oksigen di bawah komando dari puskesmas. Kami proyeksikan generator oksigen ini dapat difungsikan pada awal Agustus ini," kata Baning.

Ia mengatakan jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19 yang meninggal dunia di rumah sebesar 42 persen dari total kematian selama Juli ini atau lebih dari 120 kasus. Kejadian ini mayoritas dikarenakan tidak mampu dirujuk, karena pasien ini membutuhkan rumah sakit rujukan tetapi tidak mendapat rujukan. Akibatnya penanganan tidak bisa optimal dan tidak tertangani.

Kematian pasien terkonfirmasi COVID-19 di rumah sakit, yakni pasien yang datang sudah dalam kondisi buruk, sehingga penanganan tidak bisa maksimal.

Selain itu, memiliki komorbid, mulai dari diabetes, darah tinggi, dan jantung. Paling banyak di rumah sakit meninggal di IGD, belum masuk ruang isolasi dengan persentase 61 persen, kemudian enam persen di ruang isolasi, dan 13 persen di ICU.

"Mayoritas pasien terkonfirmasi COVID-19 yang meninggal dunia di rumah mayoritas memiliki komorbit. Saat ini, pemkab juga memikirkan penambahan bangsal-bangsalnya, supaya pasien terkonfirmasi COVID-19 bisa masuk ke bangsal isolasi," katanya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Nyi Ageng Serang Hunik Rimawati mengatakan rencana pengadaan generator untuk memproduksi oksigen di RSUD Nyi Ageng Serang. Anggaran disediakan oleh Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Kesehatan sebesar Rp3,5 miliar.

Ia mengatakan rencananya, alat pembuat oksigen ini dalam satu jam bisa menghasilkan dua tabung ukuran besar. Bila alat produksi oksigen ini dioperasikan selama 20 jam, maka mampu memproduksi sekitar 40 tambung, sedangkan kebutuhan oksigen RSUD Nyi Ageng Serang rata-rata 30 tabung per hari, namun tergantung dari jumlah pasien COVID-19 yang ditangani.

"Rencananya, awal Agustus, RSUD NAS sudah dapat memproduksi oksigen secara mandiri," katanya.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2021