Satgas Pamtas bekali anak perbatasan tentang wawasan kebangsaan lewat "Petasan"

id TNI AD, perbatasan, Entikong,satgas pamtas ri

Satgas Pamtas bekali anak perbatasan tentang wawasan kebangsaan lewat "Petasan"

Prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia membantu pembelajaran bagi anak-anak di perbatasan RI-Malaysia, di Entikong. ANTARA/HO-TNI AD

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia memberikan anak-anak di perbatasan yakni di Entikong pengetahuan wawasan kebangsaan lewat program yang bernama "Petasan".

Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Nur Rahmad dalam siaran TNI AD diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan program tersebut mendapatkan respon yang baik dari masyarakat dan menyentuh langsung aspek masyarakat di daerah itu.

"Kita punya program unggulan di perbatasan bagaimana untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, kemudian bela negara melalui program 'Petasan' yakni Pengabdian tanpa batas prajurit di perbatasan," tutur Mayjen TNI Nur Rahmad.

Program tersebut dibuat menyenangkan untuk anak-anak. Wawasan kebangsaan diberikan lewat cara belajar sambil bermain bersama prajurit Satgas Pamtas.
 

Prajurit Satgas Pamtas memberikan pengetahuan seperti tentang sejarah kebangsaan, pahlawan bangsa, Pancasila, kebhinekaan, serta tentang NKRI. Tidak hanya itu, prajurit juga memberikan pendidikan tentang sains, matematika, ilmu sosial, hingga membantu anak-anak menyelesaikan pekerjaan rumah mereka yang didapat dari sekolah.

Pada malam harinya, prajurit Satgas Pamtas juga memberikan pendidikan keagamaan seperti membantu anak-anak dalam belajar mengaji Al Quran.

Selain memberikan pendidikan kepada anak-anak, Satgas Pamtas di Entikong juga memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Prajurit memberikan pelayanan kesehatan dengan langsung mendatangi rumah ke rumah warga.

Para prajurit memberikan bantuan obat-obatan sampai membantu warga yang perlu dievakuasi untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif di pelayanan kesehatan.

Dedikasi, hubungan yang akrab dan hangat Satgas Pamtas dengan masyarakat membuahkan kepercayaan. Masyarakat pun menyerahkan senjata tradisional mereka dengan sukarela dan percaya penuh kepada Satgas Pamtas.

Komunikasi, kepercayaan, keakraban bahkan semangat kekeluargaan yang tinggi di tengah masyarakat Entikong adalah buah pengabdian yang tulus dari para prajurit satgas.
 

Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2024