Selama Juli, delapan ibu hamil di Kota Yogyakarta meninggal akibat COVID-19

id covid ibu hamil,kematian ibu hamil,kematian ibu anak

Selama Juli, delapan ibu hamil di Kota Yogyakarta meninggal akibat COVID-19

Ilustrasi - Petugas memakamkan jenazah sesuai dengan protokol pencegahan COVID-19 di Kota Yogyakarta. (ANTARA/HO-BPBD Kota Yogyakarta/am)

Dari kasus yang kami catat, kematian ibu hamil terbanyak terjadi saat usia kehamilan memasuki trimester dua atau lebih dari 20 minggu...
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat terdapat delapan ibu hamil yang meninggal dunia karena terserang COVID-19 selama Juli 2021.

"Dari kasus yang kami catat, kematian ibu hamil terbanyak terjadi saat usia kehamilan memasuki trimester dua atau lebih dari 20 minggu. Puncak kasus kematian terjadi dua pekan lalu. Kondisi di kabupaten lain juga sama," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Yudiria Amelia di Yogyakarta, Kamis.

Ia mengatakan peningkatan kasus kematian pada ibu hamil yang terserang COVID-19 tidak hanya terjadi di Kota Yogyakarta tetapi juga terjadi di daerah lain di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga: Luhut minta konversi tempat tidur rumah sakit di DIY ditambah

Dalam penanganan kasus ibu hamil dengan COVID-19, dia menjelaskan, puskesmas berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan rujukan supaya ibu hamil tersebut bisa memperoleh penanganan medis secara cepat dan optimal.

"Tentunya ada penanganan yang berbeda untuk ibu hamil yang terpapar COVID-19. Ada jalur khusus yang disediakan, tidak dicampur dengan pasien COVID-19 lain," kata Yudiria.

Dia meminta perempuan yang sedang hamil lebih hati-hati dan waspada agar tidak sampai tertular COVID-19.

"Disiplin 5M tidak boleh diabaikan, karena memang ibu hamil ini rawan. Menghindari berinteraksi atau berkumpul dengan banyak orang untuk menjaga kehamilan," katanya.

Baca juga: Pemakaman berprosedur COVID-19 di Kota Yogyakarta saat PPKM naik 100 persen

Pada awal pandemi, Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan penapisan pada ibu hamil yang akan melahirkan. Pemeriksaan untuk mendeteksi penularan COVID-19 dilakukan pada ibu hamil dengan usia kandungan 38 pekan.

"Ada juga yang dinyatakan positif menjelang proses kelahiran. Tetapi rata-rata bisa melahirkan dengan selamat. Ibu dan bayinya selamat. Memang untuk usia kandungan 20 pekan ini tergolong rawan," kata Yudiria.

Hingga Rabu (28/7) jumlah total kasus aktif COVID-19 di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak 3.503 kasus.

 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021