Tidak terjadi puncak gelombang tinggi di pantai selatan Gunung Kidul

id gelombang tinggi,Gunung Kidul

Tidak terjadi puncak gelombang tinggi di pantai selatan Gunung Kidul

Gelombang tinggi di kawasan pantai selatan Gunung Kidul pecah di tengah, sehingga tidak sampai bibir pantai. (Foto ANTARA/HO-SAR Satlinmas Gunung Kidul)

Dari prediksi, hari ini merupakan puncakĀ  gelombang tinggi. Namun dari pengamatan gelombang yang mencapai 20 feet terjadi di tengah, ...
Gunung Kidul (ANTARA) - Koordinator SAR Satlinmas WIlayah II Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta Marjono mengatakan puncak gelombang tinggi Samudra Hindia di sepanjang pantai selatan Gunung Kidul tidak terjadi sesuai prediksi yang mencapai enam meter, sehingga tidak menimbulkan kerusakan di wilayah ini.

"Dari prediksi, hari ini merupakan puncak  gelombang tinggi. Namun dari pengamatan gelombang yang mencapai 20 feet terjadi di tengah, sehingga tidak sempat ke kawasan pantai dan hanya beberapa kali menyapu pantai namun tidak menyebabkan kerusakan," kata Marjono di Gunung Kidul, Minggu.

Ia mengatakan kejadian gelombang tinggi biasa terjadi setiap tahun memasuki Agustus. Dari hasil pengamatan di lapangan, puncak gelombang mengalami surut. Gelombang tinggi justru terjadi pada Jumat (30/7), yang menyebabkan kerusakan warung yang ada di kawasan Pantai Drini. Ada tiga warung milik warga yang rusak.

Baca juga: SAR Gunung Kidul mengevakuasi barang dagangan warung di pinggir pantai

Selain lantai gazebo, ada pula bangunan warung yang lantai dan dindingnya jebol terhantam gelombang hingga terbawa arus. Adapun sebagian besar bangunan terbuat dari material tripleks. Selain itu, pasir laut masuk ke warung. Selain itu, tidak ada korban jiwa saat terjadi gelombang tinggi kemarin.

Pihaknya juga sudah memberitahukan kepada pengelola wisata ataupun pemilik warung hingga nelayan terkait potensi gelombang tinggi sepekan yang lalu. Nelayan sudah mengamankan perahunya ke kawasan yang lebih aman.

"Nelayan sudah mengamankan perahunya, dan tidak ada aktifitas sama sekali. Hari ini tidak ada kerusakan, hanya Jumat (30/7) di Pantai Drini," kata dia.

Baca juga: Nelayan Gunung Kidul evakuasi kapal antisipasi gelombang tinggi

Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunung Kidul Sunu Handoko mengatakan tinggi gelombang mencapai 4 sampai 6 meter pada Jumat (30/7) menyebabkan beberapa bangunan rusak di Pantai Jungwok, Kecamatan Girisubo. Berdasarkan laporan petugas di lapangan, ada tiga bangunan warung yang rusak di Pantai Jungwok.

"Gelombang tinggi ini tidak ada korban jiwa, karena penutupan kawasan wisata praktis tidak ada aktivitas di kawasan pantai. Selain itu, informasi mengenai gelombang tinggi sudah disampaikan ke nelayan, dan masyarakat. Nelayan sudah mengevakuasi kapal," kata Sunu.
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021