Korea Selatan mendeteksi dua kasus pertama COVID varian Delta Plus

id korea selatan,varian delta,covid-19,covid delta,varian delta plus

Korea Selatan mendeteksi dua kasus pertama COVID varian Delta Plus

Orang-orang mengantre untuk menjalani tes penyakit virus corona (COVID-19) di pusat pengujian virus corona di Seoul, Korea Selatan, Kamis (15/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/AWW/sa

Varian Delta Plus adalah subgaris keturunan dari varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India, dan telah memperoleh mutasi protein lonjakan yang disebut K417N, yang juga ditemukan dalam varian Beta yang pertama kali diidentifikasi di Afrika
Seoul (ANTARA) - Korea Selatan telah mendeteksi dua kasus pertama COVID-19 varian baru Delta Plus, kata Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) pada Selasa.

Korsel sedang berjuang menahan gelombang keempat infeksi virus corona secara nasional.

Varian Delta Plus adalah subgaris keturunan dari varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India, dan telah memperoleh mutasi protein lonjakan yang disebut K417N, yang juga ditemukan dalam varian Beta yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan.

Baca juga: Semakin banyak warga usia muda di Florida dirawat karena COVID-19

Laporan kasus COVID varian Delta Plus sejauh ini sedikit, dan beberapa negara, termasuk Inggris, Portugal dan India, telah melaporkan beberapa kasus varian tersebut.

"Kasus pertama (di Korea Selatan) diidentifikasi pada seorang pria berusia 40-an yang tidak memiliki catatan perjalanan baru-baru ini," kata KDCA kepada Reuters melalui pesan teks.

Hasil tes pada orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pria tersebut menunjukkan bahwa salah satu anggota keluarganya dinyatakan positif, namun KDCA tidak mengonfirmasi bahwa pasien tersebut terinfeksi Delta Plus.

"Kasus kedua ditemukan pada pelancong luar negeri," kata KDCA.

Otoritas kesehatan mengatakan beberapa vaksin utama berfungsi melawan varian Delta, yang sangat menular dan telah menjadi dominan di banyak negara.

Baca juga: Cara mengatasi nyeri sendi seusai kena COVID-19

Namun, otoritas kesehatan Korsel juga telah mengutarakan kekhawatiran bahwa galur-galur baru bisa kebal terhadap beberapa vaksin.

Beberapa ilmuwan mengatakan varian Delta Plus mungkin lebih menular. Beberapa penelitian sedang berlangsung di India dan secara global untuk menguji efektivitas vaksin terhadap varian tersebut.

Korea Selatan melaporkan 1.202 kasus tambahan COVID-19 pada Senin (2/8) sehingga total kasus menjadi 202.203, dengan 2.104 korban jiwa.

Negara itu pada Selasa menyatakan telah memberi setidaknya satu dosis vaksin pada 20 juta orang, atau 39 persen dari populasinya, sementara 14,1 persen dari populasi telah divaksin sepenuhnya.

Korea Selatan menginginkan setidaknya 36 juta orang pada September sudah diimunisasi.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021