DIY pastikan tingkatkan "testing" tekan laju kasus COVID-19

id Tracing,Testing,Pemda DIY,Yogyakarta

DIY pastikan tingkatkan "testing" tekan laju kasus COVID-19

Ilustrasi - Petugas mengambil sampel dari warga kontak erat saat tes swab COVID-19 massal di Kendal, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Senin (14/6/2021). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan akan terus meningkatkan testing dan tracing  atau pemeriksaan dan pelacakan untuk menekan laju penularan COVID-19 di provinsi ini.

"Testing  kita lakukan lebih banyak dengan cara menambah kapasitas laboratorium, kemudian kita tambah tes antigen karena salah satu faktor untuk mengurangi positifity rate adalah jumlah testing," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa.

Aji menuturkan rata-rata jumlah testing di DIY mencapai 6.000-an per hari yang dilakukan melalui polymerase chain reaction  (PCR) yang telah ditingkatkan kapasitasnya.

"Kemampuan PCR kita sudah 6.000 lebih per hari setelah kita tambah dengan beberapa alat. Tapi kalau nanti hasil tracing-nya mengharuskan kita lebih dari 6.000 ya kita akan menggunakan antigen," kata dia.

Mengenai jumlah testing yang berdasarkan laporan 2 Agustus 2021 sempat menurun menjadi 3.302, Aji menjelaskan bahwa hal itu bergantung pada hasil tracing atau pelacakan kasus di lapangan.

"Kalau hasil tracing tidak menunjukkan mengarah pada hasil positif kan percuma kita lakukan tes," kata dia.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih mengatakan penurunan testing bisa disebabkan banyak faktor. Salah satunya, jumlah kontak erat yang sedikit.

"Bisa jadi memang kasus banyak tapi kontak erat yang ditemukan sedikit, bisa jadi juga hasil tracing tidak semuanya dites, bisa jadi juga karena hari Minggu pelaksanaan tracing tenaganya minin," kata dia.

Berdasarkan laporan Pemda DIY pada Senin (2/8) penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 di DIY sebanyak 1.566 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 120.702 kasus. Sedangkan penambahan kasus sembuh sebanyak 1.508 kasus sehingga total sembuh menjadi 80.166 kasus.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2021