DPRD Yogyakarta meminta pencairan bantuan siswa yatim piatu dipercepat

id bantuan,siswa,yatim piatu,yogyakarta

DPRD Yogyakarta meminta pencairan bantuan siswa yatim piatu dipercepat

Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri) didampingi Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto (kanan) menyalurkan bantuan untuk anak yatim di Kampung Sindangsari, Serang, Banten, Jumat (13/8/2021). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hpl/am.

Yogyakarta (ANTARA) - Komisi D DPRD Kota Yogyakarta meminta Pemerintah Kota Yogyakarta tidak menunda pencairan bantuan kepada siswa yang kehilangan orang tua karena COVID-19 apabila APBD Perubahan 2021 sudah ditetapkan.

“Dalam pembahasan RAPBD Perubahan 2021, sudah dialokasikan anggaran bantuan kepada siswa yang kehilangan orang tua karena COVID-19. Bantuan harus bisa segera dicairkan karena dibutuhkan,” kata Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Muhammad Ali Fahmi di Yogykarta, Kamis.

Menurut dia, bantuan jaminan pendidikan untuk siswa yang kehilangan orang tua atau wali asuhnya tersebut rencananya diberikan per semester selama satu tahun.

Berdasarkan data, Ali menyebut terdapat 261 siswa yang masuk dalam kartu keluarga atau ber-KTP Kota Yogyakarta yang kehilangan orang tua atau wali asuhnya karena COVID-19.

Dari 261 siswa tersebut, sebanyak 14 siswa sudah masuk dalam data keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial (KSJPS) Kota Yogykarta dan sudah terlebih dulu mendapat bantuan dana dari Kartu Jogja Berprestasi.

“Kebijakan ini merupakan kebijakan afirmasi dan diharapkan dapat meringankan beban keluarga siswa sehingga siswa pun tetap dapat menjaga keberlangsungan proses belajar siswa untuk kebutuhan pendidikan,” katanya.

Total alokasi anggaran untuk bantuan kepada siswa yang akan dimasukkan dalam RAPBD Perubahan 2021 sebesar Rp239,95 juta.

Di jenjang TK tercatat sebanyak 15 siswa yang akan mendapat bantuan Rp400.000 per semester, SD negeri 60 siswa dibantu Rp400.000 per semester, SD swasta 38 siswa dibantu Rp1,4 juta per semester, SMP negeri 54 siswa dengan bantuan Rp500.000 per semester.

SMP swasta 28 siswa mendapat bantuan Rp2 juta per semester, SMA negeri 38 siswa dibantu Rp875.000 per semester, dan SMA swasta empat siswa dengan bantuan Rp2,25 juta pers semester, SMK negeri 17 siswa dengan bantuan Rp875.000 per semester, dan SMK swasta tujuh siswa dengan bantuan Rp2,375 juta per semester.

Bantuan rencananya dialokasikan ke pihak sekolah sebesar 60 persen sebagai biaya operasional pendidikan dan sisanya dikelola langsung oleh siswa dengan ditransfer ke rekening pribadi.

Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyebut, pemerintah daerah akan memberikan bantuan kepada anak yang kehilangan orang tua akibat COVID-19.

“Salah satunya untuk pendidikan agar pendidikan mereka tetap berlanjut. Jangan sampai kehilangan orang tua menjadikan kegiatan sekolah mereka terhenti,” katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2022