Proyek padat karya infrastruktur Bantul sasar 103 lokasi

id Padat karya,bantul

Proyek padat karya infrastruktur Bantul sasar 103 lokasi

Kegiatan padat karya infrastruktur program perluasan kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul di salah satu lokasi wilayah Kabupaten Bantul, DIY. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Proyek padat karya infrastruktur program perluasan kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Bantul Tahun 2021 menyasar 103 lokasi daerah itu.

"Kalau padat karya yang dari APBD Kabupaten Bantul jumlahnya 103 lokasi tersebar di 17 kecamatan, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 26 orang setiap lokasi kegiatan," kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Istirul Widilastuti di Bantul, Senin.

Data dari Disnakertrans Bantul, proyek padat karya APBD Bantul meliputi pekerjaan cor blok jalan 69 lokasi, talud 11 lokasi, talud jalan delapan lokasi, drainase tujuh lokasi, cor blok dan talud lima lokasi, drainase dan penutup dua lokasi, serta pembangunan gedung pertemuan satu lokasi.

Menurut dia, kegiatan padat karya infrastruktur APBD Bantul tersebut sudah dimulai sejak awal September ini, dan semua proyek ditargetkan dapat selesai selama 21 hari kerja, setiap lokasi kegiatan dianggarkan sebesar Rp100 juta.

Istirul mengatakan padat karya perluasan kerja Disnakertrans Bantul sebelumnya telah dilaksanakan melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) atau APBD DIY yang tersebar di 60 lokasi, dan pekerjaan sudah dirampungkan pada akhir Agustus lalu.

"Kalau yang dari APBD baru akhir Agustus karena jumlah lokasi kegiatan lebih banyak dibanding dari BKK, sehingga proses pendistribusian material memerlukan waktu yang lebih lama," katanya.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Disnakertrans Bantul Aris Suharyanta mengatakan, kegiatan padat karya infrastruktur di Bantul bertujuan untuk menekan angka pengangguran, setengah menganggur dan masyarakat miskin di sekitar lokasi pembangunan.

Selain itu, kata dia, bertujuan memupuk rasa kebersamaan dan gotong royong, meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pusat layanan sosial dasar yaitu pendidikan kesehatan pasar dan lain lain.

"Kemudian meningkatkan kualitas dan kuantitas pengembangan masyarakat ke arah yang lebih baik, menumbuh kembangkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021