Pemkab Bantul: Vaksin wisata juga sebagai promosi destinasi wisata

id Bantul, Pemkab Bantul, vaksin wisata

Pemkab Bantul: Vaksin wisata juga sebagai promosi destinasi wisata

Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo disela gerakan Vaksin Wisata di water park Bantul, DIY. (Foto ANTARA/HO/Humas Pemkab Bantul)

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan gerakan Vaksin Wisata atau vaksinasi COVID-19 yang digencarkan Dinas Pariwisata DIY di setiap kawasan wisata daerah ini juga sebagai promosi destinasi setempat.

"Kami sangat berterima kasih dan apresiasi atas kegiatan vaksin wisata ini, harapan kita di samping vaksinasi ini menuju persiapan kekebalan imun atau kesehatan juga ada promosi wisatanya," kata Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo usai meninjau gerakan Vaksin Wisata di Puri Water Park Bantul, Selasa.

Dia mengatakan, kegiatan Vaksin Wisata Dinas Pariwisata itu menyasar ke para pelaku dan pengelola tempat wisata, dan juga terhadap keluarga pelaku pariwisata ekonomi kreatif (parekraf) dan masyarakat sekitar lokasi wisata itu.

"Sehingga ketika nanti wisata sudah dibuka sesuai dengan aturan wisata, harapan kita atau destinasi kita akan betul-betul ikut terdongkrak dengan hari ini ada promosi melalui vaksin wisata," katanya.

Joko mengatakan, kegiatan Vaksin Wisata yang diselenggarakan Dinas Pariwisata DIY, dan hingga saat ini sudah ke 34 kali atau 34 lokasi destinasi se-DIY, termasuk Bantul ini merupakan terobosan luar biasa dalam upaya mempersiapkan sektor pariwisata di tengah pandemi COVID-19.

"Untuk penyesuaian dengan COVID-19 seluruh destinasi wisata dilakukan gerakan vaksin, dan kami di Bantul merasakan lebih dari 4.500 pengelola wisata, pelaku ekonomi kreatif, dan keluarganya ini divaksin dengan menggunakan Dana Keistimewaan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan, dengan telah berjalannya vaksinasi COVID-19 pelaku wisata hingga ke 34 destinasi wisata di DIY dengan sasaran 1.200 orang ini, maka cakupan vaksinasi sektor pariwisata DIY telah mencapai 92 persen.

"Kalau saya hitung prosentase lebih dari 92 persen, dan kalau saya hitung jumlahnya pasti banyak, dan kita semua tentu ingin mencapai 'herd immunity' antara 75 sampai 80 persen, dan hari ini total masyarakat DIY untuk vaksin yang pertama hampir 70 persen," katanya.

Dia mengatakan, cakupan vaksinasi tersebut adalah prestasi bersama yang kemudian pihaknya akan selalu mendorong berbagai instansi dan stakeholder terkait untuk melakukan percepatan vaksinasi.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021