DPRD minta Satgas COVID-19 Kulon Progo mengintensifkan pemeriksaan dini

id vaksinasi,Kulon Progo,DPRD Kulon Progo,COVID-19

DPRD minta Satgas COVID-19 Kulon Progo mengintensifkan pemeriksaan dini

Ketua DRPD Kulon Progo Akhid Nuryati. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Akhid Nuryatii meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di wilayah ini mengintensifkan pemeriksaan dini atau testing kepada masyarakat untuk mempercepat pencegahan penyebaran COVID-19.

Akhid Nuryati di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, mengatakan pelaksanaan 3T, yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment), khususnya pemeriksaan dini harus diintensifkan dan ditingkatkan.

"Kami melihat pemeriksaan dini terhadap masyarakat masih sangat kurang. Kami minta ada peningkatan pemeriksaan dini kepada masyarakat, jangan sampai penurunan penambahan kasus harian COVID-19 membuat kita lengah," kata dia.

Menurut dia, pelonggaran kegiatan masyarakat berpotensi penambahan mereka yang terpapar COVID-19. Pelonggaran kegiatan masyarakat mulai dari kegiatan ekonomi, sosial dan pendidikan perlu diimbangi dengan pemeriksaan dini dengan pendekatan yang lebih humanis.

"Pemeriksaan dini ini bukan untuk menebar ketakutan di tengah masyarakat, tapi pemeriksaan dini sebagai bentuk tanggung jawab supaya masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang di masa pandemi COVID-19," katanya.

Selain itu, Akhid mengharapkan semua pihak yang terlibat dalam percepatan vaksinasi, mulai dari Dinas Kesehatan, TNI, Polri, dan pihak ketiga penyelenggara untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi. Percepatan vaksinasi adalah program nasional dalam rangka menciptakan kekebalan kelompok.

"Tanpa adanya sinergitas dan komunikasi yang baik, niscaya percepatan vaksinasi akan dapat terealisasi. Mari kita sukseskan vaksinasi di Kulon Progo," katanya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati mengatakan kasus aktif terkonfirmasi COVID-19 di Kulon Progo sekitar 300 kasus. Namun yang melakukan isolasi di Isolasi Terpusat (Isoter) Rusunawa Giripeni lima pasien positif COVID-19.

"Jumlah terkonfirmasi COVID-19 yang memanfaatkan selter dan isoter sangat sedikit dan memilih isolasi mandiri sehingga kami melalui petugas puskesmas dan satgas COVID-19 tingkat desa intensif melakukan pengawasan," katanya.

Selain itu, capaian vaksinasi dosis pertama di Kulon Progo baru 66,07 persen atau 226.448 dari 342.720 sasaran, sedangkan vaksinasi dosis kedua baru 27,38 persen atau 93.838 sasaran.

"Kami berupaya mencapai target vaksinasi 75 persen pada akhir September dan 100 persen target sasaran vaksinasi pada akhir Oktober," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021