Pemkot Yogyakarta mengingatkan sekolah PTM disiplin protokol kesehatan

id PTM terbatas,sekolah,protokol kesehatan

Pemkot Yogyakarta mengingatkan sekolah PTM disiplin protokol kesehatan

Siswa di SMP Negeri 4 Yogyakarta mengikuti penilaian tengah semester yang dilakukan sebagai bagian dari simulasi PTM terbatas, Senin (20/9/21) (ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta mengingatkan sekolah yang sudah mulai menjalankan pembelajaran tatap muka secara terbatas untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan guna memastikan tidak ada penularan COVID-19 di sekolah.

“Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas memang tergantung kesiapan sekolah. Bagi yang sudah melakukan PTM, maka disiplin protokol kesehatan tetap harus dijalankan,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, penerapan protokol kesehatan secara disiplin baik saat di sekolah maupun saat di rumah menjadi kunci penting bagi keberhasilan pelaksanaan PTM terbatas di sekolah.

Ia pun mengacu pada salah satu kejadian yang sempat muncul saat simulasi pembelajarann tatap muka yang sempat digelar beberapa bulan lalu, sebelum PPKM diterapkan.

“Di salah satu kelas sempat muncul satu kasus COVID-19. Tetapi setelah dilakukan testing, tidak ada yang tertular. Ini menjadi bukti jika penerapan prokes ketat sangat penting dalam PTM terbatas,” katanya.

Penerapan protokol kesehatan secara ketat, lanjut Heroe, tidak hanya saat dilakukan pembelajaran tatap muka di kelas, tetapi harus diterapkan saat siswa tiba di sekolah dan saat siswa hendak kembali ke rumah.

“Misalnya saat penjemputan. Harus dipastikan tidak ada kerumunan,” katanya.

Untuk capaian vaksinasi bagi pelajar, Heroe menyebut sudah mencapai 82 persen.

“Sisanya adalah pelajar yang masih berada di kampung halaman dan belum kembali ke Yogyakarta,” katanya.

Kepala SMP Negeri 4 Yogyakarta Suramanto mengatakan PTM terbatas di sekolah tersebut akan dilakukan secara penuh atau diikuti siswa kelas 7, 8, dan 9 secara serentak, mulai pekan depan.

“Untuk pekan ini, masih dilakukan penilaian tengah semester (PTS) yang juga menjadi uji coba PTM terbatas. Saat PTS, ada anak yang mengerjakan soal di sekolah dan di rumah. PTS dilakukan sepenuhnya secara daring,” katanya.

Untuk penerapan PTM terbatas pekan depan, akan dilakukan secara bergiliran karena kapasitas kelas maksimal 50 persen.

“Siswa masuk selang-seling. Dibagi ganjil genap berdasarkan nomor urut siswa di kelas,” katanya.

Ia menyebut 86,7 persen siswa di SMP tersebut sudah menjalani vaksinasi COVID-19.

Dia mengaku sekolah juga sudah memberikan pemberitahuan dan surat kesediaan orang tua untuk mengizinkan anaknya menjalani PTM di sekolah.

“Sekitar 90 persen orang tua sudah memberikan izin kepada anaknya untuk mengikuti PTM terbatas di sekolah. Kegiatan belajar mengajar maksimal dilakukan tiga jam tiap hari,” katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021