Kesembuhan pasien COVID-19 di Sleman capai 94,34 persen

id Dinkes Sleman ,Kasus sembuh COVID-19 ,Sembuh COVID-19 Sleman ,Kasus COVID-19 Sleman ,COVID-19 Sleman ,COVID-19 ,Kabupate

Kesembuhan pasien COVID-19 di Sleman capai 94,34 persen

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahaya Purnama. Foto ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto

Tren kasus aktif sudah menurun dari Juli terdapat 7.659 kasus aktif, Agustus 6.131 kasus aktif dan sampai September ini belum lebih dari 1.000 kasus aktif. Masih di angka 691 kasus.
Sleman (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat, angka kesembuhan pasien COVID-19 di Sleman terus meningkat hingga mencapai 94.34 persen.

"Angka kesembuhan pasien COVID-19 di Sleman pada pekan ini mencapai 94,34 persen, angka ini berada di atas kesembuhan nasional yaitu 94 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman Cahya Purnama di Sleman, Rabu.

Menurut dia, tren kasus aktif COVID-19 di wilayah Sleman telah mengalami penurunan. Pada September ini kasus angka kasus aktif di Sleman jauh dari dua bulan sebelumnya.

"Tren kasus aktif sudah menurun dari Juli terdapat 7.659 kasus aktif, Agustus 6.131 kasus aktif dan sampai September ini belum lebih dari 1.000 kasus aktif. Masih di angka 691 kasus," katanya.

Baca juga: Satgas COVID-19 : Belajar dari pengalaman untuk cegah gelombang ketiga

Ia mengatakan, untuk capaian program vaksinasi di wilayah Sleman sampai 20 September 2021, dosis pertama telah mencapai 69.7 persen.

"Kami optimistis vaksinasi yang ditargetkan Pemkab Sleman pada akhir September akan terpenuhi. Untuk target yang selalu kita bahas yaitu mecapai 70 persen pada akhir September optimistis tercapai karena dalam satu hari rata-rata bisa 1 persen dengan 8.000 sasaran vaksinasi," katanya.

Cahya mengatakan bahwa pada Selasa (21/9) ini Pemkab Sleman mendapatkan 52.000 dosis vaksin Pfizer yang diberikan pusat melalui Provinsi DIY.

"Di Provinsi DIY hanya Sleman yang mendapatkan vaksin Pfizer. Pfizer ini sebenarnya memang memiliki efek samping seperti AstraZeneca tapi efikasinya tinggi mencapai 95 persen dan bisa diberikan pada remaja 12 tahun ke atas, Lansia, Ibu hamil atau Komorbid," katanya.

Baca juga: Kemenhub : Pembatasan pintu masuk internasional dievaluasi berkala

Ia mengatakan, efek samping dari vaksin Pfizer ini kerap menjadi kekhawatiran masyarakat.

"Vaksin Pfizer merupakan vaksin yang aman hanya membutuhkan pengendalian yang tepat seperti harus disimpan dalam suhu minus 60 derajat," katanya.
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021