Binda DIY menggencarkan vaksinasi pelajar dukung PTM

id Vaksinasi pelajar

Binda DIY menggencarkan vaksinasi pelajar dukung PTM

Vaksinasi COVID-19 bagi pelajar di SMP Negeri 4 Sleman olehBinda DIY, Selasa (28/9/2021). ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Daerah Istimewa Yogyakarta menggencarkan vaksinasi pelajar dari beberapa SMP di Kabupaten Sleman, guna mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di daerah itu.

Koordinator Binda DIY Adi Riyanto disela kegiatan vaksinasi COVID-19 bagi pelajar di SMPN 4 Sleman di Sleman, Selasa, mengatakan vaksinasi ini merupakan lanjutan untuk dosis kedua yang ditargetkan menyasar 951 siswa, seperti vaksinasi dosis pertama yang lalu.

"Ini merupakan gabungan dari beberapa SMP agar pelajar sudah semua tervaksin, kita mengumpulkan sebanyak 1.025 siswa tahap pertama lalu, tapi yang hadir 951 orang, dan (vaksinasi lanjutan, red.) ini memang direncanakan untuk persiapan tatap muka," katanya.

Dia mengatakan vaksinasi COVID-19 bagi pelajar sebelumnya sudah dilaksanakan di beberapa sekolah, bahkan sampai saat ini untuk vaksinasi pelajar sudah mencapai 80 persen, sehingga tinggal menunggu instruksi dari instansi terkait dan peraturan bupati.

"Kalau di kota (Yogyakarta, red.) sudah dilaksanakan tatap muka, di sini masih menunggu, dan kalau semua sudah dosis dua di seluruh SMP atau pelajar, pelaksanaan pembelajaran tatap muka akan berjalan baik," katanya.

Adi juga mengatakan untuk vaksinasi pelajar di seluruh DIY diperkirakan sudah hampir 80 persen, karena capaian vaksinasi pelajar tiap kabupaten rata-rata 80 persen, sehingga tinggal sisa-sisa yang belum vaksin, termasuk masyarakat umum yang berada di daerah pinggiran.

"Kita juga ada program selain vaksinasi pelajar ada 'door to door' (rumah ke rumah) kebetulan hari ini serentak dari BIN ada di Krapyak (Bantul), Selopamioro (Bantul), di sini (Sleman), sama di Gunung Kidul, targetnya sekitar 5.000 sasaran untuk dosis kedua," katanya.

Kepala SMP Negeri 4 Sleman Sri Supriyanti mengatakan sekolah siap melaksanakan PTM terbatas, karena sudah mempersiapkan segala sesuatu, baik sarana termasuk vaksin bagi guru dan siswa yang saat ini dilakukan.

"Kalau semua siswa sudah divaksin dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka tetap sesuai protokol kesehatan, maka kekhawatiran tetap ada, tetapi tidak begitu mencemaskan, karena anak-anak sudah paham dengan prokes, jadi kita harus hati-hati bila sudah tatap muka," katanya.

Dia mengatakan sekolah juga sudah mempersiapkan skenario kegiatan belajar ketika PTM dimulai, bahkan sudah sering disosialisasikan kepada para siswa, akan tetapi untuk memulai PTM, sekolah masih menunggu instruksi dari dinas terkait.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021