Pemkab Kulon Progo agar serius menangkap peluang ekonomi Bandara YIA

id Kulon Progo,DPRD Kulon Progo,Bandara Internasional Yogyakarta

Pemkab Kulon Progo agar serius menangkap peluang ekonomi Bandara YIA

Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Akhid Nuryati meminta Pemkab Kulon Progo serius menangkap peluang usaha pada Bandara Internasional Yogyakarta untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Pemkab Kulon Progo secara serius, cermat dan cepat menyiapkan kawasan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), sehingga mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kulon Progo," kata Akhid Nuryati Akhid menanggapi tema HUT Ke-70 Kabupaten Kulon Progo dengan tema "Kulon Progo Gumregah, Kita Sehat, Ekonomi Bangkit" di Kulon Progo, Rabu.

Menurutnya, Pemkab Kulon Progo harus menangkap peluang dari adanya Bandara Internasional Yogyakarta yang menjadi kewenangan daerah, yakni Kawasan Aerotropolis. Kawasan ini sangat strategis bagi pertumbuhan ekonomi baru di Kulon Progo, namun sampai saat ini belum berkembang sesuai harapan.

"Kawasan Aerotropilis ini harus benar-benar menjadi perhatian selama RPJM 2017-2022 yang akan berakhir pada Mei 2022. Kami berharap sebelum RPJDM berakhir sudah ada gambaran Kawasan Aerotropolis Bandara Internasional Yogyakarta, sehingga memudahkan investasi masuk ke Kulon Progo," kata Akhid.

Ia juga meminta pemerintah setempat menyiapkan program-program yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan profesional dibidangnya.

Pemkab bisa mendorong program pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bisa dipasarkan secara daring dan mampu bersaing dengan produk yang sama dari daerah lain.

"Dengan melandainya penyebaran COVID-19 di Kulon Progo, dinas teknis harus bekerja keras untuk membangkitkan ekonomi masyarakat," harapnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daearah (OPD) untuk dengan cepat menyesuaikan diri dengan aturan baru yang ditetapkan pusat, sehingga pelaksanaan program dan kebijakan tidak lambat.

"Pandemi COVID-19, membuat peraturan bisa berubah dengan cepat. Kami minta OPD menyesuaikan diri dengan cepat atas kebijakan baru, sehingga Kulon Progo tidak tertinggal," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021