Kota Yogyakarta optimalkan "vaksinasi mobile" layani vaksinasi dosis dua

id vaksinasi, dosis dua,vaksinasi mobile,yogyakarta

Kota Yogyakarta optimalkan "vaksinasi mobile" layani vaksinasi dosis dua

Ilustrasi - Layanan vaksinasi COVID-19 di Kota Yogyakarta memanfaatkan mobil vaksinasi (2/9/2021) (ANTARA/Eka A.R.)

Yogyakarta (ANTARA) - Pelaksanaan vaksinasi dosis dua di Kota Yogyakarta saat ini terus dioptimalkan dengan layanan “vaksinasi mobile” memanfaatkan bantuan empat mobil vaksinasi yang diterima Pemerintah Kota Yogyakarta di samping satu mobil vaksinasi yang sudah dimiliki sebelumnya.

“Karena vaksinasi untuk dosis pertama sudah tuntas, kecuali untuk yang komorbid atau penyintas, maka akhir-akhir ini kami fokus untuk vaksinasi dosis dua. Kami optimalkan layanan dengan 'vaksinasi mobile',” kata Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Jumat.

Selain memanfaatkan mobil vaksin, layanan vaksinasi dosis dua juga tetap bisa diakses melalui layanan vaksinasi reguler di 13 rumah sakit dan 18 puskesmas di Kota Yogyakarta serta sentra vaksinasi di XT-Square.

Hingga saat ini, Kota Yogyakarta sudah melakukan vaksinasi dosis pertama kepada lebih dari 589.000 orang. Tidak hanya warga Kota Yogyakarta tetapi juga warga dari kabupaten sekitar bahkan warga dari luar DIY, sedangkan capaian untuk vaksinasi dosis kedua tercatat sekitar 416.000 orang.

Warga yang melakukan vaksinasi dosis pertama, lanjut Heroe, memang masih ada tetapi rata-rata hanya sekitar 500 sampai 700 orang per hari. Mereka adalah warga yang sebelumnya mengalami komorbid atau penyintas.

“Kami pun tetap meminta RT/RW untuk menyisir apabila ada warga yang masih belum divaksin. Tetapi, hampir seluruh RT/RW mengatakan jika semua warga sudah mendapat vaksinasi. Sudah sangat sulit mencari warga yang belum divaksin,” katanya.

Heroe pun memastikan warga lanjut usia di Kota Yogyakarta hampir seluruhnya sudah divaksin.

“Saya sempat bertemu dengan dua atau tiga warga lansia yang mengatakan belum vaksin dengan alasan komorbid,” katanya.

Warga masih mengira jika mengalami komorbid maka tidak diperbolehkan menjalani vaksinasi COVID-19.

“Warga yang mengalami komorbid bisa menjalani vaksinasi. Tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa mengakses puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan atas komorbid yang mereka alami sehingga nantinya bisa mendapat vaksinasi karena kondisinya sudah membaik,” katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021