Praveen/Melati gagal melangkah ke final Denmark Open

id Denmark Open 2021,praveen/melati

Praveen/Melati gagal melangkah ke final Denmark Open

Pasangan ganda campuran pelatnas PBSI Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Dokumentasi PBSI) (Dokumentasi PBSI/)

Jakarta (ANTARA) - Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal melangkah ke final Denmark Open 2021 setelah dihentikan pasangan Thailand Dechapol Puvaranukroh/Sapsiree Taerattanachai pada semifinal di Odense Sports Park, Denmark, Sabtu.

Setelah melakoni tiga gim berdurasi satu jam, Praveen/Melati akhirnya dipaksa menyerah oleh lawannya, 21-16, 17-21, 20-22, demikian catatan BWF.

Pertandingan antara Praveen/Melati sebagai unggulan ketiga dan Dechapol/Sapsiree yang merupakan unggulan kedua berlangsung ketat sejak awal gim pertama.

Kedua pasangan sempat terlibat kejar-kejaran angka, tapi pengembalian bola dari Dechapol yang beberapa kali eror justru banyak menguntungkan Praveen/Melati untuk unggul 11-7 di interval pertama.

Berbekal keunggulan di masa interval, juara Denmark Open 2019 itu makin percaya diri untuk melancarkan serangan di saat pasangan Thailand juga terus memberikan tekanan.

Hingga pada akhirnya, bola yang gagal dihalau Sapsiree menandai akhir dari gim pertama untuk keunggulan Praveen/Melati.

Setelah berganti sisi lapangan, pasangan Indonesia itu mulai kehilangan ritme permainan mereka. Pengembalian bola dari Praveen yang beberapa kali terlalu melebar membuat mereka tertinggal 9-11 saat interval.

Meski berusaha terus mengejar, pasangan yang dijuluki netizen sebagai Honey Couple itu tetap kalah sehingga pertandingan pun harus berlanjut ke gim penentuan.

Sempat unggul 2-0 membuka gim ketiga, Praveen/Melati justru tertinggal 2-4 dari Dechapol/Sapsiree.

Efektivitas serangan Praveen/Melati di awal gim ketiga ini menurun dengan pengembalian bola yang banyak error baik dari Praveen maupun Melati. Wakil Thailand memimpin interval pertama 11-8.

Setelah tertinggal cukup jauh, Praveen/Melati terus mencoba mengejar ketertinggalan. Mereka baru mampu menyamakan kedudukan pada angka kritis 20-20.

Sayang, momentum untuk berbalik unggul terlepas setelah servis eror dari Praveen serta perkiraan Melati yang salah membiarkan bola dari Sapsiree masuk begitu saja ke bidang permainan membuat mereka harus menelan kekalahan 20-22 dari Dechapol/Sapsiree.

Dengan kekalahan tersebut maka Indonesia tinggal menyisikan Tommy Sugiarto pada babak semifinal, yang akan menghadapi tunggal putra Jepang Kento Momota.
 

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021