Universitas Pancasila budi daya kebun tanaman obat

id universitas pancasila,MBKM,fakultas farmasi UP

Universitas Pancasila budi daya kebun tanaman obat

Sejumlah kegiatan Universitas Pancasila (UP) mewujudkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan melakukan budidaya di lahan kebun tanaman obat (KTO) Lembah Cisadane, Ciseeng, Bogor Jawa Barat. ANTARA/Humas UP

Depok (ANTARA) - Universitas Pancasila mewujudkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka  dengan melakukan budidaya di lahan kebun tanaman obat Lembah Cisadane, Ciseeng, Bogor Jawa Barat.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  Universitas Pancasila Riza Darma Putra dalam keterangan tertulisnya, Minggu mengatakan sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi UP.

Ia menceritakan pernah terlibat dalam kegiatan Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (RISTOJA). "Indonesia sangat kaya tanaman obat, dan sangat membutuhkan pengembangan lebih lanjut," katanya.

Jenis tanaman obat yang ditanam adalah empon-empon seperti jahe merah, kencur, kunyit dan temulawak, yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Kegiatan penanaman dilakukan di lahan seluas 2 hektar, yang tersedia atas kerja sama Up dengan PT Arthaguna Ciptasarana, didukung oleh program Matching Fund dari Kemendikbudristek.

Sejumlah mahasiswa dan dosen berbaur dengan masyarakat petani melakukan penanaman bibit empon-empon yang sudah berusia 30—40 hari. Bibit siap tanam tersebut, berasal dari rimpang yang telah disemai sebelumnya.

Adapun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan budidaya tanaman obat merupakan mahasiswa semester tujuh yang terlibat MBKM, dalam bentuk studi independen, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Asosiasi Pengobatan Tradisional Indonesia (ASPETRI) Al Anhar Gumay menyatakan dukungannya dalam kegiatan budidaya tanaman obat yang dilakukan UP.

Ia mengungkapkan akan membantu pemasaran hasil panen dari kebun yang dilakukan oleh mahasiswa UP.

Menurut dia kebutuhan tanaman obat cukup besar, terutama berasal dari 6000 anggota ASPETRI di seluruh Indonesia yang menggunakan ramuan tradisional untuk pengobatan. Ia mengajak mahasiswa UP untuk bergabung dalam komunitas Sahabat Aspetri.

Turut hadir Kepala Desa Putat Nutug Ciseeng Bogor, M. Darmawan menyambut baik kegiatan penanaman empon-empon di wilayah kerjanya. Ia berharap, masyarakat di Putat Nutug bisa terlibat dalam kegiatan menanam tanaman obat di lahannya masing-masing.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021