Kanwil Kumham DIY membuka layanan aduan korban "pinjol" ilegal

id Pinjol,Yogyakarta,Korban pinjol

Kanwil Kumham DIY membuka layanan aduan korban "pinjol" ilegal

Tangkapan layar video penggerebekkan perusahaan pinjaman 'online' ilegal di wilayah Samirono, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY, Kamis (14/10/2021) malam. ANTARA/HO-Polda DIY

Yogyakarta (ANTARA) - Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kumham) Daerah Istimewa Yogyakarta membuka layanan aduan bagi masyarakat di daerah ini yang merasa menjadi korban pinjaman online (pinjol) ilegal.

Kepala Bidang Hukum Kanwil Kumham DIY Kus Aprianawati saat dihubungi di Yogyakarta, Senin, mengatakan telah menyiapkan tenaga penyuluh khusus yang akan menerima aduan terkain "pinjol".

"Ada dua orang penyuluh yang khusus untuk menanggapi masalah pinjaman 'online'," ucap dia.

Masyarakat yang merasa dirugikan dengan "pinjol" ilegal, menurut dia, dapat menyampaikan laporan dan mendapatkan arahan langsung dari penyuluh yang berkompeten setiap hari kerja di Kantor Kanwil Kumham DIY mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Penyuluh, kata dia, akan memberikan berbagai informasi terkait aspek hukum pinjol, hingga prosedur pembuatan laporan jika ingin melanjutkan kasus yang dialami ke kepolisian.

"Kami akan memberikan arahan sebaiknya apa yang dilakukan masyarakat ketika ada pelanggaran pinjol, kemudian kami memberikan jalur-jalurnya seperti apa jika akan memroses secara hukum," kata dia.

Menurut Kus, inisiatif Kanwil Kumham DIY membuka layanan itu untuk merespons keresahan masyarakat seiring maraknya kasus pinjol ilegal di berbagai daerah, termasuk di DIY.

"Karena masalah itu saat ini sedang menonjol kami diperintahkan pimpinan untuk memberikan sosialisasi terkait hal itu," tutur dia.

Kus Aprianawati mengakui hingga kini belum mengetahui data pasti jumlah korban pelanggaran pinjol ilegal. Kendati demikian, ia menduga banyak korban pinjol di DIY, hanya saja mereka enggan melaporkan.

"Secara spesifik belum ada data, cuma kami mengambil data dari media massa dan beberapa intern pegawai kami sendiri yang menjadi korban pinjol," kata dia.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021