Rexy Mainaky resmi kembali bergabung dengan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia

id Tan Sri Mohamad Norza Zakaria,Bam,Asosiasi bulu tangkis Malaysia,PBSI,Rexy Mainaky,Thomas CUp,ABM,ganda,Ricky Subagja

Rexy Mainaky resmi kembali bergabung dengan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia

Arsip foto- Rexy Mainaky (kiri). (Antaranews Kalsel)

Jakarta (ANTARA) - Mantan pebulu tangkis legendaris Indonesia, Rexy Mainaky, resmi bergabung bersama Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM).

Dilansir Kantor Berita Malaysia Bernama, Selasa, Rexy Mainaky akan bertugas bersama Direktur Kepelatihan Wong Choong Hann untuk kemajuan sektor ganda Negeri Jiran di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM) di Bukit Kiara, Kuala Lumpur, mulai 1 Desember 2021.

Presiden BAM, Tan Sri Mohamad Norza Zakaria, menyambut baik hadirnya sosok pria 53 tahun tersebut.

"Rexy adalah pelatih yang baik dan berpengalaman dengan rekam jejak yang luar biasa," kata Tan Sri Mohamad Norza Zakaria sebagaimana dikutip Bernama.



"Dia akan diberikan Indikator Kinerja Utama khusus untuk merevitalisasi dan lebih memotivasi departemen ganda muda kami. Saya menantikan kontribusi yang akan dia berikan untuk mengoptimalkan kinerja tim bersama dengan Choong Hann dan staf pelatih lainnya," ujarnya menambahkan.

Rexy telah malang melintang di dunia kepelatihan olahraga tepok bulu. Terakhir, dia menjabat sebagai pelatih kepala Asosiasi Bulu Tangkis Thailand (BAT) sejak 2017 dan kontraknya berakhir bulan ini. Salah satu kesuksesan terbesarnya adalah membawa tim putri Thailand menjejak final untuk kali pertama di Piala Uber pada 2018.

Ini bukan kali pertama, Rexy membantu bulu tangkis Malaysia. Sebelumnya, dia juga pernah menjadi bagian tim pelatih Negeri Jiran pada 2005-2012.



Kemudian, Rexy pulang ke Tanah Air dan menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh (PP PBSI) hingga 2016.

Saat masih berkarier sebagai atlet, Rexy bersama Ricky Subagja sukses merebut gelar Kejuaraan Dunia 1995 dan Olimpiade 1996 Atlanta.

Selain meraih tiga medali emas di Piala Dunia, dia juga berkontribusi besar saat Indonesia membawa pulang empat gelar Piala Thomas secara beruntun masing-masing pada 1994, 1996, 1998, dan 2000.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021