Disdikpora Yogyakarta sesuaikan durasi PTM maksimal 2,5 jam/hari

id pembelajaran tatap muka,durasi maksimal,yogyakarta

Disdikpora Yogyakarta sesuaikan durasi PTM maksimal 2,5 jam/hari

Ilustrasi - Simulasi pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah di Kota Yogyakarta pada akhir Mei 2021 (ANTARA/HO-Humas Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta meminta sekolah untuk menyesuaikan durasi maksimal pelaksanaan pembelajaran tatap muka, yaitu menjadi 2,5 jam dari sebelumnya diatur tiga jam setiap hari.

“Durasi pembelajaran tatap muka di sekolah di Kota Yogyakarta memang bervariasi, tetapi tidak ada yang lebih dari tiga jam setiap harinya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Budhi Asrori di Yogyakarta, Kamis.

Namun demikian, lanjut Budhi, jika ada aturan terbaru yang menetapkan durasi maksimal pembelajaran tatap muka di sekolah adalah 2,5 jam setiap hari, maka sekolah di Yogyakarta akan menyesuaikan.

“Durasi pembelajaran tatap muka di sekolah berbeda-beda. Ada yang 1,5 jam, ada yang dua jam atau 2,5 jam dan ada pula yang tiga jam disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah,” katanya.

Selain mengatur durasi maksimal pembelajaran tatap muka di sekolah, ujar dia, juga dilakukan pengaturan jadwal masuk siswa yang biasanya diatur berselang-seling. “Siswa hanya masuk dua tau tiga hari dalam sepekan,” katanya.

Budhi pun memastikan, pengawas sekolah tetap melakukan pemantauan secara rutin ke sekolah-sekolah yang sudah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka dan sampai saat ini tidak ada sekolah yang melanggar ketentuan standar protokol kesehatan.

“Selama dua bulan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka, semua sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik,” katanya.

Saat ini, lanjut Budhi, sudah ada beberapa SD, khususnya sekolah swasta, yang membuka kesempatan bagi siswa kelas 1-4 untuk mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas. Sebelumnya, PTM untuk SD hanya diizinkan diikuti siswa kelas 5 dan 6.

“Ini dilakukan sesuai aspirasi dari orang tua karena memang pembelajaran daring sudah berjalan cukup lama dan kasus penularan di Yogyakarta semakin turun,” katanya.

Namun demikian, Budhi memastikan PTM untuk siswa SD kelas 1-4 juga dilakukan secara terbatas dan tidak diperbolehkan digelar lebih dari tiga jam setiap hari. “Siswa pun hanya masuk sehari atau dua hari dalam sepekan,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta pembelajaran tatap muka di sekolah hanya diselenggarakan maksimal 2,5 jam setiap hari.

Kebijakan tersebut ditempuh sebagai upaya menekan potensi penularan COVID-19 setelah muncul rentetan kasus penularan COVID-19 di sekolah di salah satu kabupaten di DIY.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022