IHSG merosot

id IHSG,Bursa,Saham

IHSG merosot

Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/6/2021). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi melemah seiring koreksi bursa saham kawasan Asia.

IHSG pagi ini dibuka melemah 10,78 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.688,57. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,49 poin atau 0,26 persen ke posisi 962,65.

"Dengan sentimen bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak sideways di kisaran 6.678-6.781," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Bursa ekuitas AS libur pada Kamis (25/11) kemarin untuk menyambut liburan Thanksgiving dan akan dimulai kembali pada Jumat (26/11) dengan sesi yang dipersingkat.

Di sisi lain, bursa ekuitas Eropa berakhir di zona hijau pada Kamis (25/11), dengan investor terus mencermati perkembangan politik dan krisis COVID-19 di kawasan Eropa.

Investor mencerna perkembangan politik di Eropa. Di Jerman, kesepakatan pemerintah koalisi baru antara Social Democrats, Greens dan Free Democrats diumumkan pada Rabu (24/11).

Perjanjian tersebut akan membuat mantan menteri keuangan Jerman, Olaf Scholz menjadi kanselir baru ketika Angela Merkel meninggalkan jabatannya pada awal Desember.

Sementara itu, Perdana Menteri wanita pertama Swedia, Magdalena Andersson dari Social Democrat, mengundurkan diri hanya beberapa jam setelah diangkat. Langkah itu dilakukan setelah RUU anggarannya gagal dan Green Party mundur dari pemerintahan koalisi dua partai tersebut.

Investor Eropa juga mencermati krisis COVID-19 di kawasan Zona Euro. Italia mengumumkan akan memperkenalkan langkah-langkah COVID-19 yang lebih ketat, sementara Jerman menghindari adanya lockdown.

Dari data, produk domestik bruto (PDB) Jerman tumbuh 1,7 persen secara kuartalan pada kuartal III 2021, sedikit di bawah ekspektasi.

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Indonesia telah menjadi salah satu negara yang perekonomiannya kembali ke tingkat pra-pandemi COVID-19.

Dengan perhitungan skala 100, besaran produk domestik bruto (PDB) Indonesia telah mencapai tingkat 101,1. Aktivitas ekonomi domestik yang membaik, vaksinasi yang terus diakselerasi, serta konsolidasi fiskal dan reformasi perpajakan merupakan faktor yang mendorong peringkat kredit Indonesia tetap terjaga.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) merevisi kebawah rentang proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 menjadi 3,2 persen- 4 persen (yoy).

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 619,26 poin atau 2,1 persen ke 28.880,02, indeks Hang Seng turun 414,01 poin atau 1,67 persen ke 24.326,15, dan indeks Straits Times terkoreksi 35,27 atau 1,09 persen ke 3.186,25.


 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021