PMI Gunung Kidul beri pelatihan pemakaman jenazah prosedur COVID-19

id Gunung Kidul,COVID-19,pemakaman jenazah

PMI Gunung Kidul beri pelatihan pemakaman jenazah prosedur COVID-19

ilustrasi - Petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Setjonegoro Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mengikuti pelatihan pemulasaraan jenazah sesuai syariat Islam di Wonosobo, Rabu (17/11/2021). ANTARA/HO-Dinas Kominfo Kab Wonosobo

Gunung Kidul (ANTARA) - Palang Merah Indonesia Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan pelatihan tentang pemulasaraan dan pemakaman jenazah dengan prosedur COVID-19 meski kasus kematian pasien COVID-119 sudah turun sejak awal September 20211.

"Pelatihan itu kami tujukan ke desa-desa. Sampai saat ini, PMII Gunung Kidul sudah melatih relawan COVID-19 di 100 dari 144 desa yang ada di Gunung Kidul," kata Ketua PMI Gunung Kidul Iswandoyo di Gunung Kidul, Senin.

Ia mengatakan berdasarkan data PMI Gunung Kidul dari awal Januari sampai 18 Agustus 2021 telah memberikan pelayanan pemulasaraan dan pemakaman sebanyak 280 jenazah. Adapun rinciannya 197 berstatus konfirmasi positif, 53 suspek, dan 13 probable. Sedangkan untuk kondisi lainnya, tujuh jenazah berstatus infeksius dan 10 lainnya non-infeksius.

"Namun sejak awal September ada penurunan pelayanan pemulasaraan dan pemakaman, khususnya terkonfirmasi COVID-19," katanya.

Meski tidak ada penanganan jenazah yang dilakukan, PMI Gunung Kidul hingga kini masih tetap menerjunkan relawannya. Terutama dalam memberikan pelatihan tentang pemulasaraan dan pemakaman jenazah dengan prosedur COVID-19.

"Pelatihan tak hanya terkait COVID-19, tetapi juga untuk penanganan secara umum. Adapun PMI juga telah memiliki relawan di tingkat desa yang sudah mendapat pelatihan hingga diterjunkan untuk penanganan bencana," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunung Kidul Sapto Wibowo juga menyebutkan jumlah jenazah yang ditangani menurun. Meski demikian, pihaknya juga tetap bersiaga sebagai antisipasi. Terutama menghadapi prediksi lonjakan kasus atau gelombang ketiga COVID-19 yang diprediksi terjadi di awal 2022 mendatang.

"Relawan hingga fasilitas seperti peti mati tetap kami siapkan menghadapi potensi itu," katanya.

 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022