
DPKP DIY mengintensifkan program Sikomandan di Gunung Kidul

Gunung Kidul (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta mengintensifkan percepatan pelaksanaan program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri atau Sikomandan di Kabupaten Gunung Kidul yang merupakan sentra sapi di wilayah itu.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan DIY Sugeng Purwanto di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan pada 2021 ini, target sasaran dari Sikomandan di DIY sebesar 83.783 ekor, yang tersebar di empat kabupaten.
Sampai dengan akhir November, realisasi akseptor sebesar 92.161 ekor atau 110 persen, kemudian target kebuntingan 50.097 ekor, dan realisasinya baru 40.290 ekor atau mencapai 80,42 persen, serta target kelahiran sebesar 47.212 ekor, dan realisasi 53.218 atau mencapai 113 persen.
"Sasaran dari program Sikomandan ini adalah sapi potong, sapi perah, dan kerbau betina produktif, untuk selalu diupayakan agar reproduksinya berjalan optimal. Untuk itu, kami intensifkan Sikomandan di Gunung Kidul. Kami melihat Gunung Kidul sebagai sentra pengembangbiakan sapi terbesar di DIY," kata Sugeng.
Ia mengatakan berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY bahwa sapi sentranya memang di Gunung Kidul, apalagi Sapi Peranakan Ongole (PO). Untuk itu, ia mendorong peningkatan populasi di Gunung Kidul dengan harapan ketersediaan hewan ternak terpenuhi.
Untuk terus mendorong populasi, dan menjalankan program Sikomandan, antara lain penyediaan semen beku, penyediaan sarana prasarana optimalisasi reproduksi seperti kontener N2Cair, dan peralatan Inseminasi Buatan (IB), operasionalisasi IB, Pemeriksa Kebuntingan (PKb), dan pelaporan kelahiran.
"Kami juga berharap pendapatan masyarakat, kesehatan masyarakat terjamin, antisipasi kekerdilan yang masih cukup tinggi di DIY,” katanya.
Sementara itu, Bupati Gunung Kidul Sunaryanta mengharapkan ke depan sektor pengelolaan dapat dilakukan dari hulu hingga ke hilir, sehingga program ekonomi kerakyatan meliputi pertanian, peternakan, perikanan dapat diwujudkan secara nyata, dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah.
“Apresiasi dari pemerintah kepada peternak dengan eksistensi dan semangat dalam beternak. Sektor pertanian peternakan tidak terpengaruh COVID-19 dan menjadi andalan titik berat pengembangan kesejahteraan,” katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
