
Bupati Sleman buka sosialisasi senam jantung sehat versi baru

Saya berharap informasi serta ilmu yang didapat pada kesempatan ini dapat membuka wawasan para peserta, dan dapat disampaikan kepada masyarakat, ...
Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kustini Sri Purnomo membuka sosialisasi dan pelatihan senam jantung sehat versi terbaru di Gedung Serbaguna Sleman, Sabtu.
Kegiatan yang digagas Komunitas Instruktur Senam Sleman (KISS) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga tersebut menyosialisasikan gerakan senam jantung sehat terbaru kepada para instruktur senam di Kabupaten Sleman.
Bupati Sleman Kustini mengatakan bahwa pelatihan senam jantung sehat sebagai wahana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui senam.
"Saya berharap informasi serta ilmu yang didapat pada kesempatan ini dapat membuka wawasan para peserta, dan dapat disampaikan kepada masyarakat, bahkan nantinya senam jantung sehat dapat menjadi gaya hidup bagi masyarakat," katanya.
Baca juga: Wabup Sleman lakukan Gerakan Tanam Kopi di lereng Merapi
Ia mengatakan, di saat kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Sleman mulai mengalami kenaikan, orang dengan komorbid terutama penyakit kardiovaskular memiliki risiko yang sangat tinggi apabila terpapar karena dikhawatirkan dapat menyebabkan perburukan bahkan kematian.
"Untuk itu kami mendorong agar upaya promotif preventif terus dilakukan masyarakat untuk menghindari timbulnya masalah kesehatan penyakit kardiovaskular terutama penyakit jantung koroner, salah satunya melalui senam jantung sehat ini," katanya.
Ketua KISS Dwi Susilawati mengatakan bahwa acara ini adalah ajang silaturahmi para instruktur senam di Kabupaten Sleman sekaligus sosialisasi gerakan senam jantung sehat terbaru.
"Dengan sosialisasi ini diharapkan senam jantung sehat terbaru dapat segera diterima oleh masyarakat, melalui para instruktur peserta pelatihan ini," katanya.
Baca juga: Bupati Sleman mengukuhkan Jaringan Petani Milenial UPTD BP4 wilayah V
Dwi mengatakan bahwa olahraga ataupun senam sebagai gaya hidup harus bisa dilakukan secara konsisten.
"Melakukan senam 30 menit 3 kali seminggu akan lebih baik daripada senam satu minggu sekali dengan durasi 60 menit," katanya.
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
