
Presiden Jerman membuka Pameran Seni Documenta Fifteen

Jakarta (ANTARA) - Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier membuka pameran seni kontemporer dunia, Documenta Fifteen yang berlangsung 18 Juni sampai 25 September di Museum Fridericianum dan Documenta Halle di Kota Kassel, Negara Bagian Hesse, Jerman.
Berdasarkan rilis pers Kedutaan Besar RI (KBRI) untuk Republik Federal Jerman, Minggu, Duta Besar RI Arif Havas Oegroseno dan Konsul Jenderal RI untuk Frankfurt, Acep Somantri hadir mewakili Indonesia dalam acara pembukaan tersebut.
Saat membuka acara, Presiden Steinmeier menyampaikan bahwa membuka pameran seni tersebut merupakan tradisi bagi presiden Jerman sejak penyelenggaraan acara yang menghadirkan seniman dari berbagai penjuru dunia tersebut.
Presiden Steinmeier menyebutkan bahwa pameran Documenta kali ini cukup bersejarah karena untuk pertama kalinya melibatkan kurator dari Global South. Ia juga membahas pentingnya perdebatan politik yang terbuka, termasuk dalam dunia seni, khususnya jika karya seni menyentuh isu-isu politis.
Documenta merupakan pameran seni kontemporer yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali di Kota Kassel.
Documenta pertama kali diadakan pada 1955 oleh seniman dan kurator Arnold Bode sebagai bagian dari Federal Horticultural Show dalam upaya mendorong kembali pergerakan dunia seni yang saat itu lesu akibat Perang Dunia II.
Documenta Fifteen menjadi salah satu highlight dari rangkaian peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jerman karena acara pameran tahun ini melibatkan Ruang Rupa sebagai kelompok seniman Asia pertama yang dipercaya menjadi artistic director Documenta.
Pewarta : Katriana
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
