Guru tanam kebun sayur untuk motivasi belajar siswa

id Suku asmat,asmat,papua

Guru tanam kebun sayur untuk motivasi belajar siswa

Potret kebun yang dibangun para guru di Kampung Warse, Kabupaten Asmat, Papua (22/6/2022). ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti

Warse (ANTARA) - Guru dari Sekolah Dasar (SD) YPPK Warse, Kabupaten Asmat, Papua Mariyata Konrada Waragan mengatakan para guru menanam kebun sayur sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar anak-anak di Suku Asmat.

“Kita masuk ke kurikulum 2013 (K13) dan bukunya biasa saja, tidak terlalu rumit bagi anak. Akhirnya saya beri ke kelas enam misal tumbuh-tumbuhan, bagian bunga lalu tentang makhluk hidup,” kata Mariyata saat ditemui ANTARA di Kampung Warse, Kabupaten Asmat, Papua, Rabu.

Mariyata menuturkan Kampung Warse memiliki tanah yang subur. Banyak tanaman dapat tumbuh dengan baik di lingkungan kampung dan memenuhi kebutuhan gizi anak.

Suburnya tanah, kemudian dimanfaatkan para guru untuk menanam berbagai macam tumbuhan seperti lengkuas, pandan dan kunyit, sementara tumbuhan di pot yakni cabai. Sementara buah yang ada yakni kelapa, pisang, jambu air, sirsak, jambu asam, tebu manis dan jeruk.

Dikarenakan anak Suku Asmat lebih m udahenyukai belajar dengan melihat atau mempraktikkan sesuatu, Mariyata banyak memberikan materi dengan memperkenalkan bagian-bagian tumbuhan beserta fungsinya.

Menurutnya, anak-anak sangat senang saat mengetahui bagaimana tumbuhan bisa bernafas layaknya manusia melalui anggota tubuh lainnya. Mereka juga senang belajar mengenai kesehatan alat reproduksi.

Anak Asmat juga menyukai menghafal langsung organ tubuh manusia beserta kegunaannya melalui gambar atau tebak-tebakan. Hal itu lebih efektif mengingat banyak anak belum bisa membaca dan menulis dengan baik.

“Mereka lebih senang belajar seperti itu karena materi baru. Selama ini hanya baca tulis, itu jadi bosan,” ucap guru yang mengajar di kelas enam SD itu.


 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022