
Binda-Poltekkes Yogyakarta gelar vaksinasi penguat

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Yogyakarta mengadakan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat guna mendukung program pemerintah meningkatkan cakupan vaksinasi penguat di daerah tersebut.
"Kegiatan ini sehubungan dengan program Pemda DIY untuk meningkatkan vaksinasi, juga pusat, kan sekarang Pak Luhut (Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, red.) sedang meningkatkan vaksin lagi," kata Koordinator Binda DIY untuk vaksinasi, Adi Riyanto, di Yogyakarta, Senin.
Dia mengatakan kegiatan vaksinasi COVID-19 utamanya dosis penguat di institusi pendidikan di bawah Kementerian Kesehatan hari ini ditargetkan dapat menyasar lebih dari 500 orang, baik kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum.
Baca juga: Kulon Progo targetkan cakupan vaksinasi penguat 50 persen akhir Juli
Selain di Poltekkes Yogyakarta, vaksinasi COVID-19 kolaborasi Binda DIY dan Dinas Kesehatan setempat pada Senin ini, juga dilaksanakan di dua lokasi lainnya, yaitu kawasan Pasar Pakem Sleman dan Kelurahan Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.
"Kami sendiri di Sleman ada tiga titik, kalau target tercapai semua berarti totalnya 1.500 sampai 2.000 sasaran di Sleman, belum dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, dan Kulon Progo, semua kabupaten ada kegiatan," katanya.
Dia mengatakan di wilayah Kabupaten Sleman menargetkan cakupan vaksinasi penguat hingga 100 persen, namun paling tidak bisa tercapai 70 hingga 80 persen.
"Sementara sampai sekarang baru 38 sampai 40 persen, kalau dari targetnya masih kurang setengah, makanya Binda DIY membantu, kerja sama dan fasilitasi dan mendorong pelaksanaan vaksinasi," katanya.
Dia mengatakan kegiatan vaksinasi COVID-19 hari ini difokuskan untuk dosis penguat, namun apabila masyarakat membutuhkan dosis satu dan dua tetap dilayani, karena untuk vaksin penguat di kemudian hari syaratnya harus vaksin lengkap.
"Kalau secara persentase paling banyak 'booster' (penguat) dan dengan vaksinasi ini terbukti terjadi penurunan kasus, bahkan melewati tahun baru dan Lebaran kemarin, kasus terkendali, vaksinasi ini dimaksudkan juga mencegah penyebaran varian baru," katanya.
Baca juga: Vaksinasi COVID-19 penguat di Gunung Kidul mencapai 30 persen
Baca juga: Cakupan vaksinasi penguat di Yogyakarta mencapai 88 persen
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
