Logo Header Antaranews Jogja

Binda DIY menggandeng Dinkes Kulon Progo percepatan vaksinasi booster

Sabtu, 16 Juli 2022 15:28 WIB
Image Print
Binda DIY melakukan vaksinasi booster di Pedukuhan Kasihan I, Desa Ngentakrejo. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Badan Intelijen Negara Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo melakukan percepatan vaksinasi COVID-19 booster untuk mencegah paparan COVID-19 varian baru BA.4 dan BA.5.

Adapun capaian vaksinasi COVID-19 berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kulon Progo, yakni dosis pertama 91,5 persen atau 345.996 jiwa, dosis kedua sebesar 83,7 persen atau 316.446 jiwa dan dosis ketiga atau booster sebesar 27,3 persen atau 103.334 jiwa dari total sasaran 378.177 jiwa.

Koordinator Vaksinasi Kulon Progo Binda DIY Wury Atmaja di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan kesadaran masyarakat mengikuti vaksinasi COVID-19, khusus booster cukup rendah, karena masyarakat beranggapan sudah tidak ada COVID-19.

"Kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas supaya dibangun kembali komunikasi dengan dukuh untuk mencatat kembali warga yang belum divaksin, khususnya booster," kata Wury.

Ia mengakui tidak mudah mengajak masyarakat melakukan vaksinasi booster. Namun, Binda DIY bersama petugas kesehatan di tingkat puskesmas tidak pernah putus asa melakukan vaksinasi booster dari rumah ke rumah hingga kegiatan posyandu lansia.

"Hal ini untuk mendekatkan pelayanan vaksinasi bagi masyarakat yang kesulitan akses transportasi, seperti lansia," katanya.

Hari ini, Binda DIY bersama Puskesmas Lendah melakukan vaksinasi di Dusun Kasihan I, Desa Ngentakrejo. Binda DIY juga melakukan vaksinasi booster di Banyunganti, Desa Kaliagung.

"Sasaran vaksinasi booster adalah masyarakat rentan dan juga lansia," katanya.

Selain melakukan vaksinasi kepada masyarakat, kami juga menyisipkan sosialisasi kepada masyarakat pentingnya vaksinasi COVID-19. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah menganggap tidak ada penyebaran COVID-19, kemudian mereka tidak mau divaksin.

"Kita semua tentu menginginkan masyarakat DIY khususnya Kulon Progo dapat terlindung dari paparan COVID-19 sebaran BA.4 dan BA.5. Oleh karena itu, vaksinasi tersebut merupakan salah satu cara yang efektif dan efisien untuk membentengi masyarakat dari paparan COVID-19 sub varian BA.4 dan BA.5 yang lonjakannya diperkirakan akan terjadi pada Juli 2022 ini," katanya.

Selain itu, Binda DIY juga tidak henti-hentinya mengimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat dari semua kelompok usia agar tidak perlu takut atau ragu untuk mendatangi sentra vaksin yang telah disediakan oleh BIN, Dinkes, maupun TNI/Polri, karena seluruh vaksin yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan adalah vaksin halal.

Harapannya masyarakat Kulon Progo dapat melengkapi vaksin primer (Dosis I dan II) dengan vaksin booster, menjaga kesehatan pribadi serta tetap melaksanakan protokol kesehatan 5M, yakni menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, membatasi mobilitas, dan menjauhi kerumunan secara ketat di mana pun berada guna membentengi diri dan keluarga dari paparan virus COVID-19 sub varian BA.4 dan BA.5.

"Protokol kesehatan adalah salah satu bagian dari upaya untuk mencegah dari paparan COVID-19. Untuk itu, mari kita selalu menjaga protokol kesehatan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami mengatakan kendala vaksinasi booster, yakni minat masyarakat terhadap vaksinasi tidak setinggi saat vaksin dosis pertama dan kedua.

Hal ini kemungkinan karena kasus COVID-19 yang sudah sangat landai. "Masyarakat merasa vaksinasi dua kali sudah cukup," katanya.

Selain itu, lanjut Sri Budi, rendahnya minat masyarakat melakukan vaksinasi booster, yakni tidak ada kewajiban vaksinasi booster bagi masyarakat khususnya saat perjalanan maupun ke tempat-tempat tertentu.

"Kemudian, adanya informasi angka kekebalan untuk COVID-19 yang cukup tinggi dari survei yang telah dilakukan pusat," katanya.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026